MUSI RAWAS — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas menggelar rapat paripurna dalam rangka mendengarkan penyampaian dan penjelasan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif DPRD tahun 2026, Senin (4/5/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus, dengan dihadiri 27 anggota dewan dari total 40 anggota DPRD.
Ketua DPRD menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat paripurna tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat konsultasi pimpinan DPRD yang telah menetapkan agenda penyampaian raperda inisiatif tahun 2026 oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
Penyampaian raperda dilakukan oleh Ketua Bapemperda DPRD Musi Rawas, Rosalia. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2026 disusun sebagai bagian dari perencanaan legislasi daerah yang terpadu dan berkelanjutan.
“Program pembentukan peraturan daerah tahun 2026 diharapkan mampu menjawab kebutuhan hukum masyarakat serta mendukung pembangunan daerah dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan,” ujarnya.
Rosalia menyebutkan, terdapat empat raperda inisiatif DPRD yang menjadi prioritas tahun 2026, yakni:
1. Raperda tentang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS);
2. Raperda tentang pengelolaan persampahan;
3. Raperda tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan;
4. Raperda tentang perlindungan anak.
Menurutnya, masing-masing raperda memiliki urgensi tinggi. Di antaranya pengelolaan DAS untuk mencegah kerusakan lingkungan dan bencana, serta pengelolaan persampahan yang dinilai masih rendah di Musi Rawas.
Selain itu, raperda terkait perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan diharapkan mampu memberikan payung hukum dalam melindungi hak-hak anak serta menekan angka kekerasan yang masih terjadi.

Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas dalam Rangka mendengarkan penyampaian dan penjelasan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif DPRD tahun 2026
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan sejumlah raperda lanjutan dari tahun sebelumnya yang masih menjadi prioritas, seperti raperda tentang penanaman modal, pemberantasan narkoba, perlindungan lingkungan hidup, UMKM, serta perubahan perda tentang tanggung jawab sosial perusahaan.
Rapat paripurna ditutup setelah seluruh agenda penyampaian raperda selesai. Ketua DPRD menyampaikan bahwa raperda yang telah disampaikan akan dibahas lebih lanjut pada tahapan pembicaraan berikutnya.
“Dengan telah disampaikannya raperda inisiatif DPRD tahun 2026, maka rapat paripurna hari ini dinyatakan selesai,” tutup pimpinan rapat.
Rapat berlangsung lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Adv
Editor: Jhuan









