MUARA ENIM — PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mengembangkan sumur LBK-030 (LKT-24) di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan potensi produksi mencapai 3.073 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,64 juta barel kubik standar gas per hari (MMSCFD) serta water cut 0 persen.
Potensi produksi tersebut diketahui melalui uji alir awal (initial flow test) pada 9 Mei 2026 menggunakan metode open choke. Berdasarkan hasil Multi Rate Test, sumur LBK-030 akan diproduksikan pada bean 9 mm dengan estimasi produksi optimum sebesar 718 BOPD.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan pengembangan sumur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung target produksi migas nasional.
“PEP Zona 4 terus melakukan pengembangan potensi sumber-sumber energi baru. LBK-030 menjadi cerminan keseriusan perusahaan untuk berkontribusi mencapai target produksi nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai inovasi teknis pengeboran yang dilakukan PEP Zona 4 terus memberikan hasil positif dalam mendukung peningkatan produksi.
Sumur LBK-030 merupakan sumur pengembangan (development well) yang berada di Struktur Lembak milik PEP Prabumulih Field. Sumur tersebut diproyeksikan berkontribusi terhadap target produksi PEP Prabumulih Field tahun 2026 sebesar 9.519 BOPD dan 99 MMSCFD.
LBK-030 juga menjadi sumur kelima dalam pengembangan struktur interfield antara Lembak Kemang dan Tapus. Keberhasilan pengembangan sumur itu disebut tidak terlepas dari kerja tim PEP Zona 4, termasuk keberhasilan pengerjaan sumur step out LBK-25 oleh tim Subsurface Development Area 2 pada Oktober 2024 lalu.
Selain meningkatkan produksi migas, pengembangan sumur LBK-030 juga mencatatkan capaian keselamatan kerja. Operasi pengeboran di sumur tersebut membukukan 42.168 jam kerja tanpa kecelakaan sejak tajak hingga komplesi.
Usai keberhasilan pengembangan sumur LBK-030, PEP Zona 4 akan melakukan observasi produksi serta pressure build up (PBU) test guna memastikan keberlanjutan reservoir untuk pengembangan lapangan berikutnya.
Setidaknya terdapat dua sumur lain di sekitar LBK-030 yang akan dikembangkan tahun ini, yakni LKT-02 pada Mei 2026 dan LKT-23 pada kuartal III 2026.
“Keberhasilan pengembangan sumur LBK-030 tidak membuat kami berpuas diri. PEP Zona 4 akan terus melanjutkan upaya pengembangan dan optimasi produksi secara berkelanjutan,” kata Senior Manager Subsurface Development and Planning Reza Nur Ardianto.
Keberhasilan pengembangan sumur tersebut juga didukung masyarakat dan para pemangku kepentingan. Dukungan itu disampaikan dalam sosialisasi pengeboran yang dilakukan tim Relations PHR Zona 4 pada 3 Maret 2026. Tajak sumur dimulai pada 7 April 2026 dan komplesi selesai pada 11 Mei 2026.
Sebelumnya, PEP Zona 4 juga berhasil mengembangkan sumur TMB-028 di Struktur Tanjung Miring Barat milik PEP Limau Field, Kabupaten Muara Enim. Initial flow test pada 23 April 2026 menunjukkan kapasitas produksi sumur tersebut mencapai 369 BOPD. Keberhasilan itu akan ditindaklanjuti dengan pengeboran dua sumur pengembangan baru di Tanjung Miring Barat pada 2027.
Editor: Jhuan









