LUBUKLINGGAU – Direktur Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsuddin memberikan bantuan modal dan usaha berupa kios Mart-Booth bagi penjaga Masjid Agung As Salam Kota Lubuklinggau, Senin (9/1/2023).
Bantuan ini merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi Syariah. Mart-Booth adalah lapak penjualan yang diberikan untuk para penjaga masjid yang telah diresmikan Wakil Presiden RI, namun ke depan akan dievaluasi kembali. Jika berdampak positif tentu diteruskan.
Demikian dikatakan Direktur BSB Achmad Syamsuddin saat menyerahkan kios Mart-Booth Bank Sumsel Babel Syariah kepada penjaga Masjid Agung As-Salam Kota Lubuklinggau yang dihadiri Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar.
Achmad Syamsuddin mengungkapkan, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama serta sinergitas Bank Sumsel Babel, MUI, komite keuangan ekonomi daerah dan ekonomi syariah serta masyarakat ekonomi syariah.
BSB, jelas Achmad, akan terus mencari cara untuk memajukan ekonomi masjid yang selama ini terlupakan dalam menuntaskan kemiskinan.
“Masjid dapat menjadi pembina UMKM dan menjadi pusat ekonomi,” ujar Achmad.
Dia menjelaskan, bahwa Bank Sumsel Babel juga mengelola zakat dengan menggunakan aplikasi ramah zakat. Ada juga program wakaf atau gawai (gerakan pegawai wakaf) yang akan diberikan kepada mustahik.
Selain itu, sambung Achmad, Bank Sumsel juga memiliki beberapa produk seperti, tabungan haji sejak dini dan tabungan emas.
“Terima kasih kepada pengurus Masjid Agung As-Salam yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” ucapnya.
Sementara, Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar mengucapkan terima kasih kepada Bank Sumsel Babel atas penyerahan kios Mart-Booth ini.
Diharapkan kedepan, program ini dapat diterapkan di seluruh masjid yang ada di Kota Lubukkinggau guna membantu ekonomi penjaga masjid.
Wawako juga menyampaikan terima kasih atas bantuan modal UMKM dari BSB bagi masjid di Kota Lubuklinggau dengan kisaran Rp 2 milyar.
Bantuan ini, kata Wawako diharapkan dapat membantu UMKM serta penggerak ekonomi masyarakat.
“Melalui program ini, masjid dapat diperdayakan untuk ekonomi selain sebagai tempat beribadah,” ujarnya. (SH-02)









