Home / Nusantara / PWI

Rabu, 2 September 2020 - 06:46 WIB

Mappilu PWI Dorong Pilkada Serentak 2020 Sehat dan Berbudaya

JAKARTA, SH – Mappilu PWI Siap mengawal Pilkada serentak di 270 daerah yang akan mengadakan Pilkada serentak pemilihan Gubernur,Walikota dan Bupati yang akan digelar pada 9 Desember 2020. Pilkada serentak yang akan dilangsungkan di masa pandemi ini diharapkan menjadi “Pilkada Sehat” bukan saja akan ditinjau dari faktor kesehatan, tapi juga ketika masyarakat yang memiliki hak pilih tidak ada yang merasa ditekan atau diintervensi karena hadirnya calon kepada daerah dari keluarga tertentu. 

Hal tersebut disampaikan oleh Suprapto, Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu Persatuan Wartawan Indonesia (Mappilu PWI) dalam diskusi terbatas Mappilu PWI bersama Pengurus PWI Pusat di Sekertariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2020).

“Dengan mengedepankan beberapa aspek seperti penyelenggaraan yang jujur dan adil dari berbagai pihak, tentunya ini juga kita sudah turut mendukung akar budaya bangsa kita,” jelas Suprapto. 

Dalam diskusi yang juga dilakukan secara virtual itu, Suprapto menjelaskan pada Pilkada serentak Tahun  2020, meski agak terbatas karena tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, tapi hal ini tidak membuat kita lengah dan lemah dalam proses pemantauan Pemilu. 

“Pilkada serentak yang digelar di tengah kondisi negara yang sedang menghadapi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. harus berjalan dengan baik, Sehat dan Berbudaya,” tuturnya. 

Baca Juga :  Komisioner KPU RI : KPU Tidak Bisa Mendiskualifikasi Peserta yang Melanggar Protokol Kesehatan

Baca juga:

Sementara itu Direktur Eksekutif Mappilu PWI, Bernadus Wilson Lumi didampingi Wakil Direktur Eksekutif  Tubagus Adi mengatakan, untuk menghadapi Pilkada serentak yang semakin dekat, Mappilu PWI sedang menyusun agenda kerja di antaranya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pengurus Mappilu PWI di daerah, baik yang sudah terbentuk atau yang nanti akan dibentuk tetapi juga memprioritaskan Mappilu PWI di daerah yang akan melaksanakan pemilu serentak. Selain itu direcanakan ada juga seminar nasional untuk mengsingkronkan tugas Penggurus Mappilu PWI Pusat dan daerah.

Mappilu PWI di Garis Depan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar Mappilu-PWI Pusat, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, pilkada serentak harus menjadikan Masyarakat dan Pers sebagai ujung tombak di garis depan, dalam melawan baik berita bohong (hoaks) dan konten yang tentu berisi ujaran kebencian (hate speech).

Baca Juga :  Komisioner KPU RI : KPU Tidak Bisa Mendiskualifikasi Peserta yang Melanggar Protokol Kesehatan


“Mappilu PWI mendorong agar pilkada serentak 2020 sehat bagi masyarakat, penyelenggara pemilu, dan para kandidat,” tandasnya.
Apalagi dalam Pilpres dan Pileg 2019 yang lalu, sempat terjadinya keterbelahan mendalam masyarakat Indonesia di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya disebabkan karena berita bohong. Hadirnya MAPPILU PWI diharapkan mampu meredam berbagai berita bohong serta ujaran kebencian pada Pilkada serentak tahun ini.

Pada momen pilkada serentak 2020, Ferry Kurnia berharap dapat menjadi oase bagi rekrutmen kepemimpinan politik yang sehat dan berkualitas, yang dapat mengatasi problem ekonomi di daerah sekaligus menjadi reservoar bagi kepemimpinan nasional.

“Dalam konteks konsolidasi demokrasi, pilkada serentak 2020 diharapkan dapat menjadi momentum politik untuk mengembalikan demokrasi sehat, yang melahirkan pemimpin yang sehat pula sehingga mampu mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas dalam segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelas mantan Komisioner KPU Pusat ini.

Editor: J. Silitonga

Sumber: PWI

Bagikan:

 

Share :

Baca Juga

Kakorlantas

Hukum

Angka Mudik 2024 di Prediksi Meningkat, Mencapai 136,7 Juta

Nusantara

Ketua MPR RI dan Menteri Koperasi UKM Dukung Pelaksanaan HPN 2021

Nusantara

Membangun Ekonomi Kerakyatan Bukan Sekedar Janji Namun Memberi Bukti

Nusantara

IT Business Solution PHR Regional Sumatera Gelar Disrupsi di Institut Teknologi Del

Nusantara

Ini Enam Organisasi Perusahaan Pers di Indonesia, SMSI Lahir Saat Pers Sedang Risau

Nusantara

Pendidikan Merupakan Kunci Menuju Kemandirian Bangsa

Hukum

Pertimbangankan Pasal Krusial yang Potensial Lemahkan Kebebasan Pers

Nusantara

Pulihkan Sektor Pariwisata, 500 Sarana Hunian Pariwisata di NTB akan Dibangun Pemerintah