MUSI RAWAS, Sumatera Headline – Fokus pencegahan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didaerah selain penataan kelolah pemerintah yang bersih juga pada pelayanan dasar pada masyarakat yang menitikberatkan pada bidang Pendidikan dan Kesehatan.
Karena hal itu juga menjadi salah satu prioritas KPK dalam melakukan pencegahan korupsi di daerah melalui Monitoring dan Evaluasi Capaian Rencana Aksi Pencegahan Program Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Musi Rawas.
Demikian disampaikan Perwakilan KPK, Adliansyah Malik Nasution saat melakukan konferensi pers dan kunjungannya di Kabupaten Musi Rawas, Kamis (11/10/2018).
“Jangan ada potongan-potongan di Puskesmas, tugas mereka hanya melayani masyarakat termasuk juga di sekolah-sekolah jangan ada pungutan-pungutan terutama penggunaan dana BOS. Jika ada pungutan-pungutan silahkan lapor KPK” katanya.
Selain itu, Choki panggilan Adliansyah ini juga mengatakan, KPK ingin membangun sistem perencanaan dan penganggaran untuk kedepan dilakukan secara elektronik melalui aplikasi elektronik bukan lagi secara manual.
“KPK ingin sistem perencanaan dan penganggaran kedepan menggunakan aplikasi elektronik. Kita berharap 2019 semua sudah menggunakan aplikasi elektronik,” ujarnya.
Mengapa elektronik, sambungnya, karena untuk mereduksi. Selain itu Choki juga menjelaskan rencana aksi yang dilakukan KPK ini sifatnya transisi, jadi perubahan-perubahan akan dilakukan kedepan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi sehingga upaya KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi melalui pencegahan bisa dilakukan secara maksimal.
“Kita semua harus melakukan semuanya secara maksimal sehingga sistem yang terintegrasi ini bisa terbangun dan masyarakat bisa mengetahui semuanya karena saat ini adalah zamannya keterbukaan dengan kondisi teknologi yang semakin maju,” imbuhnya.
Choki juga memaparkan aplikasi elektronik ini nantinya sudah menggunakan standar satuan harga dan didalamnya sudah ada esensi dan lelang barang dan jasa.
“Jadi tujuan kita adalah ingin mengubah dari manual menjadi elektronik,” katanya.
Melalui kunjungan KPK ke daerah ini diharapkan adanya tata kelolah pemerintahan yang bersih.
“Intinya adalah KPK serius, turun ke Musi Rawas dalam rangka mencegah jangan sampai tiga kali, kalau sudah tiga kali apa boleh buat, cegah lalu tindak,” tegas Choki.
Editor : J. Silitonga









