Home / Nusantara

Rabu, 27 Maret 2019 - 17:33 WIB

Gubernur BI Optimistis, Prospek Ekonomi Indonesia 2019 Tetap Baik

JAKARTA, SH – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan prospek ekonomi Indonesia tahun 2019 akan tetap baik di tengah perekonomian global yang belum kondusif. Namun demikian, harus tetap diwaspadai adanya tantangan struktural baik dari sisi global maupun domestik.

“Sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan otoritas terkait merupakan kunci utama menghadapi berbagai tantangan guna meningkatkan kinerja perekonomian nasional di tahun 2019,” kata Perry dalam peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2018, di Jakarta, Rabu (27/3) pagi.

Menurut Perry, pada 2019, Bank Indonesia terus menempuh bauran kebijakan guna memperkuat stabilitas eksternal dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, yaitu :

Tetap menempuh kebijakan moneter yang preemptive dan ahead of the curve;

Melanjutkan arah kebijakan makroprudensial yang akomodatif;
Mengakselerasi pendalaman pasar keuangan guna menjaga stabilitas di pasar uang dan mendukung pembiayaan ekonomi secara lebih luas;
Melanjutkan peran kebijakan sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi; dan
Mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah hingga di tingkat daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Tingkatkan Daya Saing

Lebih lanjut Gubernur BI Perry Warjio mengemukakan, perekonomian domestik dalam jangka menengah diprakirakan berada dalam lintasan yang meningkat. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas lainnya untuk mempercepat reformasi struktural guna memastikan kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

Sinergi kebijakan, lanjut Perry, ditempuh untuk konsisten melanjutkan reformasi struktural melalui empat strategi utama, yaitu:

Pertama, strategi meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan melalui penguatan empat elemen dasar yakni ketersediaan infrastruktur, kualitas modal manusia (human capital), adopsi teknologi, dan dukungan kelembagaan.

Kedua, strategi untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas sektor industri.

Ketiga, strategi mengoptimalkan pemanfaatan ekonomi digital.

Keempat, strategi untuk memperluas sumber pembiayaan ekonomi.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Departemen Komunikasi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

PON XX Papua Diundur 2021, Kementerian PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pekerjaan Venues

Nusantara

Presiden Joko Widodo Kunjungi Migas Corner

Nusantara

Sultan Bolkiah Tanam Pohon Perdamaian di Istana Bogor

Musi Rawas

FKUB Musi Rawas Kunjungi Banyuwangi

Ekonomi

Lembaga Keuangan Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2023 Cukup Baik

Nusantara

Nurfitria Farhana: Partai Berkarya ingin Majelis Taklim Punya Wakil di Parlemen

Nusantara

Mengenakan Pakaian Adat Baduy, Presiden Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan

Nusantara

Sultra Siap sebagai Tuan Rumah HPN 2022