Home / Nusantara

Minggu, 11 Maret 2018 - 12:42 WIB

Masyarakat Cirebon Terima Sertifikat Tanah dari Presiden

CIREBON, Sumatera Headline – Presiden Joko Widodo kembali menyerahkan secara langsung sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat. Kali ini giliran masyarakat Kabupaten Cirebon dan sekitarnya yang mendapatkan sertifikat langsung dari Presiden.

Penyerahan sertifikat berlangsung di Function Hall, The Radiant Hotel, Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, pada Minggu, 11 Maret 2018.

“Ada 3.000 sertifikat yang diserahkan kepada bapak/ibu semua. Jangan diturunkan dulu, mau saya hitung. Harus dihitung agar kelihatan semuanya,” kata Presiden.

Sebanyak 3.000 sertifikat yang diserahkan langsung oleh Presiden terdiri atas 1.450 dari Kabupaten Cirebon, 50 dari Kota Cirebon, dan 500 dari masing-masing Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu. Adapun sisa 6.810 sertifikat akan dibagikan kepada masyarakat penerima oleh Kantor Pertanahan kabupaten/kota masing-masing satu minggu setelah acara ini berlangsung.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Terima Ulama Jabar

Presiden melanjutkan bahwa penyerahan sertifikat ini penting supaya tidak ada lagi sengketa lahan.

“Setiap saya ke daerah keluhannya selalu sengketa lahan, sengketa tanah. Baik antar masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, dengan BUMN, dengan tetangga, atau antara bapak sama anak,” lanjutnya.

Presiden menilai sertifikat hak atas tanah ini harus segera diserahkan kepada masyarakat. Setiap tahun, Presiden menambahkan, hanya sekitar 500 ribu sertifikat yang diserahkan.

“Makanya saya minta Bapak Menteri yang juga Kepala Badan Pertanahan Nasional. Tahun lalu saya minta 5 juta sertifikat harus terbit. Tahun ini 7 juta. Tahun depan 9 juta,” ujar Kepala Negara.

Baca Juga :  Presiden Tinjau Proyek Padat Karya Tunai Dua Kementerian

Presiden juga mengingatkan masyarakat yang menerima sertifikat supaya menjaga sertifikatnya dengan baik.

“Sertifikatnya dibungkus plastik. Supaya kalau rumahnya bocor tidak rusak. Kemudian difotokopi,” sambung Presiden.

Selain itu, Presiden juga berharap masyarakat menghitung dulu jika sertifikatnya nanti akan diagunkan ke Bank.

“Jangan dipaksakan. Dihitung, dikalkulasi betul,” katanya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Naskah : Machmudin

Editor : J. Silitonga

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Share :

Baca Juga

Covid-19

Penanganan Covid-19 Harus Satu Visi dan Memiliki Kebijakan Yang Sama

Nusantara

Menkopolhukam : Pemilu sebagai Ajang Memilih Pemimpin bukan Ajang Permusuhan

Nusantara

Bergaul dengan Wartawan, Kajati DKI Dianugerahi Sahabat Pers Indonesia

Nusantara

Kementerian PUPR Mulai Pembangunan Pengendalian Banjir Tukad Unda

Musi Rawas

Bupati Musi Rawas Berikan Motivasi dan Semangat Anggota IKPM Silampari

Nusantara

Triwulan I 2022, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Mencapai Rp 62 Triliun

Ekonomi

Literasi Keuangan dan Digital Kunci Keamanan Bertransaksi Digital

Nusantara

Dewan Pers Verifikasi Faktual SMSI DKI Jakarta