MUSI RAWAS, Sumatera Headline – Saat mendekati korban, pelaku langsung mencabut sebilah pisau dari balik pinggangnya dan langsung menikam korban namun bisa ditepis. Tak sampai disitu pelaku pun langsung mengeluarkan sebuah senjata api rakitan dari dalam tasnya, menembak ke arah korban namun meleset ke arah pohon kelapa sawit di samping korban dan korban pun langsung melarikan diri.
Atas perbuatan tidak menyenangkan pelaku dan merasa nyawa terancam, korban Adi Sucipto bin Musa (32) yang merupakan warga Rt 01 Kelurahan Muara Lakitan Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Muara Lakitan dengan bukti lapor LP/B-02/I/2018/Sumsel/Mura/Lktn tgl 13 Januari 2018.
Demikian keterangan singkat yang disampaikan Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP Nasruddin terkait peristiwa perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan pelaku atas nama Demi bin Eliyas (32) warga Rt 03 Kelurahan Muara Lakitan tersebut.
Lanjut Nasruddin dalam keterangannya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 13 Januari 2018 sekitar jam 15.00 WIB di Lahan Kebun Sawit milik Herman Rt 05 Kelurahan Lakitan Kecamatan Muara Lakitan.
“Akibat lejadian tersebut korban mengalami trauma dan takut serta merasa tidak senang serta menuntut sesuai proses hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan korban dan mendengar keterangan kejadian tersebut, Nasruddin bersama Kanit Reskrim dan anggota polsek langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.
“Waktu dilakukan penangkapan tersangka berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan,” terangnya.
Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni, 1 buah senjata tajam yang digunakan pelaku dan tim lagi mencari BB senpira yang digunakan pelaku,” kata Nasruddin.
Sementara hingga berita ini diturunkan belum diketahui apa motif pelaku melakukan perbuatan tidak menyenangkan tersebut dan anggota Polsek Muara Lakitan masih melakukan interogasi kepada pelaku. (*)
Editor : J. Silitonga









