Home / Prabumulih

Rabu, 8 Mei 2024 - 22:04 WIB

PT PEP Limau Field Berdayakan KWT Bougenville

PRABUMULIH – PT Pertamina EP Limau Field  memberikan edukasi kepada kelompok wanita tani (KWT) Bougenvile  Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.

Kegiatan pelatihan program pemberdayaan masyarakat (PPM) ini dilaksanakan pada 6-7 Mei 2024. Anggota KWT mendapatkan pelatihan tentang kesuburan tanah yang dikemas menjadi pelatihan teknik pengolahan tanah dan kesuburan tanah.

Deny Eka Saputra Lurah Patih Galung menyampaikan, KWT Bougenville adalah salah satu KWT berprestasi di Kota Prabumulih, tahun 2024 ini KWT Bougenville mewakili Kompetisi Asman Toga Tingkat Provinsi. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat memberikan peluang membawa prestasi yang lebih baik.

“Kami dari pemerintah khususnya Kelurahan Patih Galung yang menaungi KWT Bougenville mengucapkan terima kasih kepada Limau Field yang telah mendukung program-program masyarakat. harapannya juga tentu kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk peningkatan kemampuan dan kualitas dari KWT Bougenville.” terang Deny.

Baca Juga :  Pertamina Merestrukturisasi Organisasi Guna Menghadapi Tantangan Bisnis Kedepan

Pada kesempatan terpisah, Senior Manager PT Pertamina EP Limau Field, Dadang Soewargono menyampaikan kegiatan program pemberdayaan masyarakat adalah salah satu komitmen PEP Limau Field untuk maju bersama masyarakat, sehingga kegiatan pelatihan ini dapat menciptakan kesiapan SDM menghadapi kompetisi tersebut.

“Dengan program pelatihan ini, bukan hanya semata untuk menghadapi kompetisi namun juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anggota kelompok wanita tani mengetahui pengolahan tanah yang baik untuk bertanam. Dengan menghidupkan kembali bertanam, dapat pula menciptakan peluang dalam Bertani di lingkungan rumah tangga,” tungkas Dadang.

Pelatihan memberikan pengetahuan salah satunya tentang media tanam yang harus diolah terlebih dahulu sebelum melakukan penanaman di kebun. Yang dimaksud adalah pengetahuan tentang Tanah, tanah yang baik dilihat beberapa aspek diantaranya tekstur tanah, adanya enzim yang terkandung atau bisa disebut pengurai tanah, dan tingkat kemasanan.

Baca Juga :  PT PGE Terapkan Operational Excellence sebagai Perusahaan Energi Hijau

Selanjutnya setelah dilakukan pengenalan tanah, harapannya mampu bercocok tanam di kebun KWT dengan tanaman yang bertumbuh dengan baik dan peningkatan produksi yang maksimal. Demikian dikatakan Syamsul Asinar pemateri pelatihan bagi kelompok wanita tani.

“Bertanam bukan hanya melihat dari bibit saja, namun kita harus menyiapkan medianya yaitu tanah. Pengolahan tanah ini kita akan amati sifat fisik tanah seperti tekstur, konsistensi, serta warna dan strukturnya. Ujar Syam, sapaan akrabnya sebagai praktisi pertanian.

Dengan kemandirian serta dikembangkan peningkatan pengetahuan akan kesuburan tanah, dapat mengoptimalkan hasil pertanian oleh kelompok tani wanita Bougenville tersebut. (SH-04).

Editor : Juliyanto 

Share :

Baca Juga

Prabumulih

Honor 287 Petugas BPS Prabumulih Belum Dibayar

Muara Enim

Tingkatkan Produksi Gas, Pertamina EP Resmikan Stasiun Pengumpul Beringin

Pendidikan

Peduli Pendidikan, Pertamina EP Ramba Field Laksanakan Program Pertamina Mengajar

Prabumulih

Pameran Majasari UMKM Expo 2021 Diapresiasi Wali Kota Prabumulih

Ekonomi

Berkah si Bawang Merah bagi Ibu Rumah Tangga

Ekonomi

PEP Prabumulih Field Catatkan Peningkatan Produksi Migas Melalui Sumur GNK-099

Olahraga

Tunggal Putra Bulu Tangkis PWI Musi Rawas, Juara Dua Porseniwada Prabumulih

Prabumulih

Bukan Ledakan Pipa, SKK Migas Pastikan KKKS PHR Zona 4 Telusuri Penyebab Insiden Kebakaran