Home / Ekonomi / Nusantara

Rabu, 14 Februari 2018 - 05:59 WIB

Pertamina Merestrukturisasi Organisasi Guna Menghadapi Tantangan Bisnis Kedepan

JAKARTA, Sumatera Headline – Guna menghadapi tantangan bisnis kedepan, PT Pertamina (Persero) melakukan restrukturisasi organisasi dengan menghapus Direktorat Gas demi memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, Selasa (13/2/2018).

Selanjutnya, Perseroan memperkuat struktur organisasi hilir dengan memecah Direktorat Pemasaran menjadi Pemasaran Ritel dan Pemasaran Korporat, serta Direktorat Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur termasuk menangani Energi Baru Terbarukan (EBT).

Perubahan struktur organisasi ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara BUMN pada Jumat 9 Februari 2018 lalu. Dengan keputusan tersebut sekaligus memberhentikan dengan hormat saudari Yenni Andayani.

Selanjutnya menetapkan Nicke Widyawati sebagai Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur yang juga menangani Energi Baru Terbarukan.

Nicke juga merangkap sebagai Direktur SDM Pertamina hingga ditetapkan pejabat yang definif.

Sementara, M Iskandar menjadi Direktur Pemasaran Korporat merangkap Direktur Ritel hingga ditetapkan pejabat yang definitif.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Harry Sampurno, Komisaris Utama, PT Pertamina (Persero), Tanri Abeng serta jajaran Komisaris dan Direksi Pertamina di Kantor Kementerian BUMN.

Usai rapat, Tanri Abeng mengatakan, tantangan bisnis Pertamina ke depan akan semakin kompleks dimana kebutuhan energi nasional yang terus meningkat tidak dibarengi dengan ketersediaan dan infrastruktur harus dijawab dengan sistem dan manajemen yang handal.

Baca Juga :  Perubahan Jajaran Direksi, Pertamina Hulu Energi Siapkan Kinerja Makin Unggul

“Organisasi baru ini diharapkan menjawab kompleksitas bisnis perseroan di masa depan dalam pemenuhan energi nasional, diantaranya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal seperti dalam Program BBM Satu Harga, Distribusi Premium dan LPG 3 kg,” katanya.

Selain itu, menurutnya, Pertamina juga harus berperan maksimal sebagai agen pembangunan dan sekaligus dapat berkinerja baik dan positif bagi BUMN. Agar mampu menjalankan peran dan tugas tersebut, Pertamina perlu mengubah strategi bisnisnya dari product oriented menjadi customer oriented.

Untuk menjadi perusahaan customer oriented lanjutnya, diperlukan konsolidasi dari pekerjaan infrastruktur pemasaran untuk semua produk Pertamina diantaranya BBM, LPG, Avtur dan Pelumas.

“Contohnya Konsolidasi itu dalam bentuk integrasi storage produk Pertamina di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pembangunan storage baru dan pemenuhan energi untuk di Indonesia Timur,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk mengatur, menangani dan membangun berbagai kebutuhan infrastruktur pemasaran dan sekaligus mengatur logistik atau supply chain, akan dikoordinasikan dibawah Direktur Logistik dan Infrastruktur termasuk pengembangan tekhnologi dan energi baru dan terbarukan.

Sementara itu untuk menangani konsumen besar akan dijalankan oleh Direktur Pemasaran Korporat.

Baca Juga :  Kesulitan Air Bersih, Pertamina Bantu Masyarakat Pantai Air Manis

Tanri juga menyampaikan Pertamina terus memperkuat organisasi dan proses konsolidasi manajemen dan bisnis. Agar restrukturisasi organisasi Pertamina ini berjalan dengan baik, maka manajemen Pertamina akan diisi oleh para profesional yang berkompeten dan memiliki integritas yang baik.

“Semoga prosesnya lancar, karena ini sama seperti ketika kita melakukan konsolidasi di BUMN sektor telekomunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Harry Sampurno menyampaikan restrukturisasi ini merupakan hasil telaah dan kajian oleh tim terkait dan mendapat masukan serta saran dari Dewan Komisaris Pertamina dalam rangka menjawab tantangan Pertamina ke depan.

Menurut Harry, dengan restukturisasi ini diharapkan Pertamina dapat memperkuat perannya sebagai penyelenggara energi nasional sekaligus menyiapkan perseroan untuk bersaing hingga ke mancanegara.

“Kita mendukung proses konsolidasi internal manajemen dan SDM Pertamina, agar dapat menjalankan fungsi strategisnya dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Diharapkan restrukturisasi ini segera dikaji dan dijabarkan untuk sinkronisasi struktur organisasi dibawah direktur terkait yang telah ditetapkan agar implementasi berjalan mulus. Adv (Hms Kementrian BUMN)

Editor : J. Silitonga

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

Bersama Anggota Apkasi, Bupati Musi Rawas Hari Ini Bertemu Presiden Jokowi

Nusantara

PHE Jambi Merang Terima Penghargaan Indonesia Best Social Responbility Awards

Nusantara

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya

Nusantara

Masuk Agenda HPN 2022, Kolaborasi Kementerian LHK dan PWI untuk Mangrove Indonesia

Nusantara

Jaksa Agung Lakukan Rotasi 17 Kajati di Indonesia, Kajati Sumsel diisi Dr Ketut Sumedana

Nusantara

Presiden Jokowi Minta Seluruh Instansi Berkolaborasi Atasi dan Cegah Karhutla

Nusantara

Menpora Buka Porwanas 2022 yang Diikuti 2.300 Wartawan

Nusantara

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila