MURATARA,sumateraheadline– Ratusan Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara jalani penyuntikan vaksin booster, Senin (11/4) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepala Lapas Surulangun, Indra Yudha menegaskan, seluruh Napi di Lapas ini akan menjalani jalani penyuntikan vaksin.
“Hari ini kami laksanakan vaksin booster, vaksin tahap 1 dan 2 bagi yang belum. Sebelumnya, sempat terkendala NIK, sehingga sebagian Napi belum di vaksin. Tapi hari ini seluruh napi yang ada NiK dan tidak ada NIK akan divaksin semua,” kata Indra Yudha.
Pihaknya menegaskan, Lapas Surulangun berkerjasama dengan Dinkes Muratara, dan BIN untuk melakukan vaksinasi tersebut. Pihaknya berharap, bisa mendukung penuh program vaksinasi yang dijalankan pemerintah serta mengantisipasi dampak pandemi Covid-19.
“Hari ini ada 170 Napi dari total 300 Napi yang akan suntik vaksin Booster, sisanya akan menjalani vaksinasi tahap 1 dan 2,” tutupnya singkat.
Sementara Itu, Kepala Dinkes Muratara Dr Arios melalui Sekertaris Tasman mengungkapkan, program vaksinasi yang mereka laksanakan di kabupaten Muratara sudah mencapai 73,45 persen untuk vaksin tahap 2.
Sedangkan vaksin booster masih dikit, dan vaksin tahap 1 mencapai 95 persen. Selain vaksinasi Booster, Pemerintah Daerah tengah memfokuskan vaksinasi tahap 2.
“Untuk tatget dari Provinsi Sumsel, Vaksin tahap 2 harus mencalai 70 persen. Alhamdulillah Muratara sudah mencapai 73,45 persen, artinya sudah melebihi target,” katanya.
Selama Ramadhan pihaknya mengaku tidak menemukan kendala yang signifikan dalam pelaksanaan vaksinasi di masyarakat. Karena vakdinasi juga dibantu sejumlah sektor Eksternal, seperti kepolisian, TNI, Lapas, maupun BIN.
“Kita hanya memerlukan upaya ekstra saja untuk sosialiasi, memberikan pemahaman dan edukasi terhadap masyarakat. Untuk kendala vaksinasi selama Ramadhan, sejauh ini belum ada,” tegasnya.
Tasman mengatakan, di Ramadhan mereka tidak melakukan sistem door to door. Namun meyiapkan sistem standby gerai, yakni memasang gerai publik khusus untuk vaksinasi di depan pusat layanan kesehatan di masing masing wilayah kecamatan dan Desa. (rls/SH-03)









