Home / Covid-19 / Kesehatan / Nusantara

Sabtu, 17 Juli 2021 - 18:33 WIB

Hari Kelima Waktu Terbaik untuk Tes PCR atau Antigen

JAKARTA, SH – Hari kelima setelah memastikan terakhir kali melakukan kontak erat dengan orang yang positif Covid-19 merupakan waktu terbaik untuk melakukan tes PCR atau Antigen.

Hal tersebut dikatakan dokter spesialis paru, dr. Nila Kartika Ratna, Sp.P, dalam webinar edukasi bertajuk “Manajemen Karantina atau Isolasi Mandiri di Rumah dan Peran Nutrisi, Suplemen Vitamin – Mineral, Herbal, serta Laihan Pernapasan”, Sabtu, (17/7/2021).

Dikatakan, sebenarnya tes antigen nilainya paling tinggi di hari kelima setelah kontak.

“Jadi, kalau misalnya hari ini kontak, hari ini juga diperiksa, ada kemungkinan hasilnya negatif. Kenapa? Karena belum naik jumlah virusnya sehingga tidak terdeteksi,” ujarnya.

dr. Nila mengingatkan, masa inkubasi virus corona dimulai antara 2-14 hari, dari tidak ada gejala sama sekali, mulai timbul gejala, atau dari tidak terdeteksi virus hingga terdeteksi.

Baca Juga :  Mengenakan Pakaian Adat Baduy, Presiden Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan

Mengenai gejala Covid-19, menurut dr. Nila, jika seseorang mengalami gejala demam, batuk, nyeri tenggorokan, ia termasuk bergejala ringan.

Ketika pasien Covid-19 sudah mengalami gejala sesak napas atau saturasi oksigennya rendah, ia termasuk dalam kelompok gejala serius yang harus segera mendapatkan penanganan.

Mengenai opsi tes Covid-19, dr. Nila mengatakan, tes PCR lebih disarankan dibandingkan dengan tes antigen.

“Yang mana yang lebih lama bisa mendeteksi? Tentu saja PCR. Makanya lebih disarankan pemeriksaan PCR daripada antigen karena antigen ini lebih cepat turunnya,” jelas dr. Nila.

Penyakit Covid-19 dengan berbagai tingkatan gejalanya ini harus diwaspadai, mengingat kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum juga membaik.

Baca Juga :  Setelah Vaksin Moderna, Indonesia Kembali Terima 10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac

Ia mengingatkan masyarakat, saat ini angka kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus naik, meski saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan PPKM Darurat di wilayah Jawa dan Bali.

“Hari ini kita sudah mencapai angka 2.780.803 terkonfirmasi dan kasus aktifnya 504.915. Walaupun kasus yang sembuh 2.20.491, kita perlu melihat juga ternyata kasus yang meninggal juga banyak, 71.397,” papar dr. Nila.

Untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19, selain disiplin menerapkan protokol kesehatan, masyarakat juga harus membentengi diri dengan vaksinasi Covid-19 sehingga risiko sakit parah akibat penyakit ini dapat diminimalisasi.

Editor: J Silitonga
Sumber: kompas.com

Share :

Baca Juga

Hukum

KUHP Baru yang Disahkan Tertinggal Dua Abad

Nusantara

Dorong Pemerataan Ekonomi, Sejumlah Infrastruktur di Dhamasraya Mulai Diresmikan

Nusantara

SKK Migas – KUFPEC Temukan Cadangan Migas Baru di Natuna

Nusantara

PPKM Mikro Diperpanjang, Pengaturan Sesuai Zonasi Resiko Wilayah

Nusantara

Dewan Pers telah Verifikasi Pengurus Cabang SMSI di 8 Provinsi

Nusantara

Presiden Jokowi Canangkan Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan

Nusantara

Kejar Target Pengeboran, SKK Migas Gelar Drilling Summit 2022

Nusantara

Menkominfo Ajak Pekerja Media Lawan Penyebaran Hoaks