Home / Covid-19 / Nusantara

Selasa, 24 Maret 2020 - 09:49 WIB

Penanganan Covid-19 Harus Satu Visi dan Memiliki Kebijakan Yang Sama

JAKARTA, SH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta penanganan wabah Virus Korona (Covid-19) semuanya harus satu visi dan memiliki kebijakan yang sama.

“Saya minta setiap kebijakan-kebijakan yang ada di provinsi semuanya dihitung baik dampak dari kesehatan dan keselamatan rakyat kita maupun dampak sosial ekonomi yang mengikutinya,” tutur Presiden Jokowi saat memberikan pengantar Rapat Terbatas (Ratas), melalui daring, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di seluruh dunia dari Menteri luar Negeri hingga sampai saat ini Covid-19 telah menyebar di 189 negara.

“Jadi 3 negara terbaru dalam 2 hari ini yang terkena adalah Suriah, Grenada, dan Mozambik,” kata Presiden ke-7 RI.

Baca Juga :  Pemerintah Mulai Lakukan Tes Massal di Daerah yang Rawan Terinfeksi Covid-19, Begini Metodenya

Hal ini, menurut Presiden, menunjukkan bahwa Covid-19 ini betul-betul sebuah virus yang telah menjadi pandemi dan memang sangat sulit untuk dicegah, baik masuk ke sebuah negara atau provinsi, kabupaten, dan kota.

Baca juga:

“Saya berikan contoh misalnya, sebuah provinsi atau sebuah kabupaten dan kota ingin membuat sebuah kebijakan sekolah diliburkan, kantor di tutup semuanya, kemudian tempat-tempat transaksi ekonomi misalnya pasar ditutup semuanya,” imbuh Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta untuk betul-betul dihitung dan dikalkulasi dampak sosial ekonomi dan kesehatan yang ada. Ia menambahkan kalau ingin melakukan kebijakan setelah itu dilakukan agar betul-betul disiapkan.

Baca Juga :  Aksi Solidaritas MPR Bersama PWI Salurkan 1.000 Paket Bantuan APD Cegah Wabah Corona

“Sebagai contoh sebuah kota ingin melakukan itu hitung berapa orang yang menjadi tidak bekerja, hitung berapa pedagang asongan yang akan tidak bekerja, hitung berapa becak yang akan tidak bekerja, hitung berapa sopir yang akan tidak bekerja,” ujarnya.

Di dalam APBD, menurut Presiden, dukungan kepada sektor-sektor itu yang harus diberikan.

“Bantuan sosial kepada mereka harus disiapkan, jangan kita hanya menutup tetapi tidak dibarengi dengan kebijakan bantuan sosial social safety net untuk mendukung kebijakan yang dibuat,” imbuhnya.

Editor: J. Silitonga

Sumber: Setkab

Share :

Baca Juga

Nusantara

Catatan Akhir Tahun 2022: Tanggung Jawab SMSI dan Bisnis Media di Tahun Politik

Nusantara

Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina di Gaza

Hukum

Bentuk Satgas Pengawasan Produksi dan Distribusi Minyak Goreng Curah

Nusantara

Anugerah Kebudayaan Berganti Anugerah PWI, di 2024 Calon Penerima Dijaring dari Daerah

Nusantara

Peduli Pemberdayaan SDM, PLN Gandeng 7 PTN

Nusantara

Ayo, Ikutin Lomba Foto dan Anugerah Pewarta Astra 2021

Ekonomi

Menteri BUMN Dorong Kendaraan Berbasis Energi Hijau Tumbuh Masif

Nusantara

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila