Home / Nusantara

Kamis, 28 April 2022 - 18:15 WIB

Optimasi Pengembangan Lapangan Tahap-2 WK Rokan Disetujui, Investasi Hulu Migas Bertambah Rp. 35 Trilyun

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

JAKARTA, Sumatera Headline – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan persetujuan Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Sumatra Light Oil Tahap-2 Wilayah Kerja (WK) Rokan yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Dengan disetujuinya OPL tersebut, diperkirakan akan diperoleh tambahan cadangan migas sebesar 90,7 juta barel minyak dengan puncak produksi sekitar 40 ribu BOPD (barel minyak per hari) di WK Rokan.

“SKK Migas terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan WK Rokan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa WK Rokan masih menjadi tulang punggung produksi minyak nasional dengan rata-rata produksi sebesar 160 ribu BOPD saat ini. Kami berharap, dengan disetujuinya OPL Tahap ke 2 maka PHR dapat mencapai target produksinya di tahun ini sebesar 180 ribu BOPD,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada Kamis (28/4).

Baca Juga :  Audiensi, SKK Migas Sumbagsel dan PWI Musi Rawas Terus Bersinergi

Adapun ruang lingkup dari OPL Tahap-2 yang disetujui SKK Migas meliputi, antara lain, pengeboran 821 sumur dan pemutakhiran fasilitas produksi untuk mengelola tambahan minyak tersebut.

Dwi menambahkan, total investasi yang akan digelontorkan dalam OPL Tahap-2 adalah sekitar Rp. 35 trilyun dengan estimasi gross revenue sebesar Rp. 78 trilyun dengan perkiraan pendapatan negara sekitar Rp. 29 trilyun.

“Tentunya kami berterima kasih kepada Pertamina melalui PHR yang telah merealisasikan komitmen mereka untuk tetap berinvestasi di WK Rokan. Selain berupaya untuk dapat memenuhi target produksi nasional, investasi ini diharapkan juga mampu memberikan multiplier effect kepada masyarakat di Provinsi Riau,” lanjut Dwi.

Baca Juga :  SKK Migas dan KKKS Wilayah Sumsel Safari Ramadhan Bersama Pj Gubernur

Multiplier effect yang diharapkan adalah terciptanya bisnis penyedia barang dan jasa bagi para pengusaha lokal, terbukanya kesempatan untuk lapangan usaha, penyerapan tenaga kerja lokal, dan adanya program tanggung jawab sosial dari KKKS.

“Industri hulu migas tidak hanya memberikan dampak positif yang bersifat teknis, tetapi juga non-teknis utamanya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tutur Dwi. (SH-02)

Sumber: Rill Humas SKK Migas

Share :

Baca Juga

Nusantara

Pertamina Hulu Rokan Temukan Hidrokarbon melalui Pengeboran Sumur Eksplorasi Anggrek Violet

Ekonomi

Hadirkan Promo dan Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan, Pop Up Booth Tumbuh by Astra Financial Hadir di 7 Kota

Nusantara

Kesulitan Air Bersih, Pertamina Bantu Masyarakat Pantai Air Manis

Nusantara

Optimalisasi Lifting, SKK Migas Lakukan Kunjungan Kerja Akhir Tahun

Nusantara

Menteri PAN-RB : ASN Tetap Jaga Netralitas, Jangan Masuk ke dalam Hiruk Pikuk Opini Politik

Nusantara

Pengembangan Bandara Soedirman Mulai Diresmikan

Nusantara

Warga Parepare Terima 5.000 Sertifikat Tanah dari Presiden Jokowi

Nusantara

Presiden Ajak Masyarakat Sambut dan Promosikan Asian Games di Jakarta dan Palembang