YOGYAKARTA, SH – Guna meningkatkan kapasitas aparatur desa yang ada di Kabupaten Musi Rawas didalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian di desa, Senin (17/6/2019) seluruh kepala desa dan camat yang ada di wilayah Kabupaten Musi Rawas menghadiri Pelatihan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Tahun 2019, di Hotel Abadi Malioboro, Yogyakarta.
Bimtek tersebut dibuka langsung Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan yang juga dihadiri Kejari Lubuklinggau, Zairida SH M.Hum, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Musi Rawas, H Mefta Joni dan para peserta.
Dalam sambutannya bupati menyampaikan harapan, dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif dan menambah wawasan bagi peserta terutama para kepala desa untuk dapat menciptakan beberapa ide dan gagasannya didalam membangun desanya masing-masing.
Tentunya, dengan mengikuti Bimtek dan melihat kemajuan pembangunan desa terutama di Desa Ponggok yang dijadikan sebagai perbandingan nantinya dapat juga diterapkan dan dilaksanakan di Kabupaten Musi Rawas.
- PHR Gandeng Polda Sumsel Perkuat Penegakan Hukum Hulu Migas
- PHR Zona 4 Perkuat Sinergi dengan Pemkab Muara Enim dan Musi Rawas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
- Tim Elang Polres Musi Rawas Amankan Pelaku Pembawa 2.090 Gram Sabu dan 20 Butir Ekstasi
- Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih Gelar “Jawara Of The Year 2025” dari KPPN Jakarta II
- Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas Dalam Rangka Penyampaian Raperda Inisiatif 2026
“Seluruh peserta pelatihan agar benar-benar mengikuti dan serius untuk belajar di kegiatan ini, agar nantinya setelah selesai, dapat menerapkan hasil nya di wilayahnya masing-masing demi kemajuan desanya,” kata bupati.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Musi Rawas, H Mefta Joni melalui Sekretaris Dinas PMD, Alexander saat dikonfirmasi menjelaskan, bimtek tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa di Kabupaten Musi Rawas.
Selain itu katanya, juga dilakukan studi kajian ke Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Alasan Desa Ponggok dijadikan sebagai tempat studi kajian jelasnya, sebab Desa Ponggok dinilai sukses dan berhasil dalam pengelolaan BUMDes.
Menurut Alex, ada banyak manfaat yang akan di dapat dari Desa Ponggok dan tentunya dengan harapan, ini akan memunculkan sebuah inovasi dan kreatifitas bagi aparatur desa yang ada di Kabupaten Musi Rawas didalam pengelolaan BUMDes nya.
“Desa Ponggok ini, merupakan salah satu desa di Indonesia yang memiliki Bumdes dengan 11 unit usaha dengan pendapatan asli desa di tahun 2018 sebesar 16 milyar, dan melalui studi kajian ini kita berharap para peserta yakni kades dapat membawa hasil kajiannya untuk dapat dilaksanakan di Kabupaten Musi Rawas,” jelasnya.N
Editor : J. Silitonga









