LUBUKLINGGAU, SH – Hari ketiga Lebaran idul fitri 1440 H, Polres Lubuklinggau fokuskan pengamanan di empat tempat vital, yakni, objek wisata, bandara, stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi keramaian masyarakat yang meningkat, mencegah berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas.
Demikian diungkapkan Kabag Ops Polres Lubuklinggau AKP Hendri, SH, Junat (7/6/2019) disela-sela pengamanan Ops Ketupat Musi 2019 Polres Lubuklinggau.
Menurutnya, personel Polres Lubuklinggau saat ini tidak melaksanakan libur lebaran, keberadaan Polisi dibutuhkan oleh warga yang sedang memanfaatkan libur hari raya idul fitri.
- PHR Gandeng Polda Sumsel Perkuat Penegakan Hukum Hulu Migas
- PHR Zona 4 Perkuat Sinergi dengan Pemkab Muara Enim dan Musi Rawas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
- Tim Elang Polres Musi Rawas Amankan Pelaku Pembawa 2.090 Gram Sabu dan 20 Butir Ekstasi
- Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih Gelar “Jawara Of The Year 2025” dari KPPN Jakarta II
- Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas Dalam Rangka Penyampaian Raperda Inisiatif 2026
“Berdasarkan pantauan kami, Bandara Silampari ramai penumpang, Stasiun Kereta Api Lubuklinggau juga demikian. Untuk objek wisata, seperti Bukit Sulap, Watervang dan air terjun Temam juga terlihat peningkatan pengunjung,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, pusat perbelanjaan seperti Lippo mall dan JM store juga tak lepas dari ramainya warga lokal maupun yang sedang mudik di Kota Lubuklinggau.
“Di setiap titik keramaian kami tempatkan Petugas Polri dibantu unsur terkait,” ujarnya.
Sementara, untuk pola pengamanan, jelasnya, personel yang terlibat Operasi Ketupat saat ini masih melaksanakan tugas di lapangan dengan melaksanakan penjagaan dan patroli juga dibantu personel tambahan, baik dari staf Polres maupun Polres jajaran.
“Hal ini dilaksanakan guna memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat yang menikmati liburan hari raya,” ungkapnya.
Kabag Ops juga menghimbau, bagi warga untuk senantiasa tertib, tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan, memastikan kendaraan bermotor yang digunakan terparkir dalam keadaan terkunci aman.
“Mudah-mudahan Kota Lubuklinggau yang akan mempromosikan diri melalui program ngelong (jalan-jalan) ke Lubuklinggau oleh Pemerintah Kota, dapat kita dukung salah satunya dengan stabilitas keamanan yang kondusif,” tutup Hendri.
Editor : J. Silitonga









