Home / Nusantara

Jumat, 5 April 2019 - 05:34 WIB

Menhub Minta PT KAI Bentuk Tim Khusus Untuk Antisipasi Gangguan Operasional KRL Jabodetabek

BOGOR, SH – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menggelar rapat dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Kereta Commuter Indonesia di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/4).

Pada kesempatan itu, Menhub meminta PT KAI untuk membentuk tim khusus untuk mencari cara antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang sering mengganggu operasional kereta Commuterline Jabodetabek.

Hal tersebut dilakukan untuk merespons kondisi cuaca ekstrem hujan disertai petir yang melanda sejumlah daerah beberapa waktu belakangan ini.

Sebagai informasi, akibat kondisi ini mengakibatkan terganggunya operasional sejumlah moda transportasi termasuk kereta Commuterline Jabodetabek yang beberapa kali mengalami gangguan persinyalan dan sistem kelistrikan sehingga berhenti beroperasi.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada masyarakat pengguna Commuterline Jabodetabek yang harus menggunakan moda transportasi lain.

“Jangka pendek saya minta kepada PT KAI untuk membuat task force (satuan tugas – satgas) untuk menyelesaikan pekerjaan itu jadi secara khusus katakan berkaitan dengan petir sudah dibentuk suatu tim untuk menganalisa beberapa kejadian itu menyelesaikan dengan cara-cara teknis yang baik,” kata Menhub Budi di Stasiun Bogor.

Baca Juga :  Akhirnya, Persoalan Aset dengan PT KAI Terselesaikan

Lebih lanjut, Menhub menilai kondisi prasarana perkeretaapian di Jabodetabek sudah cukup lama dan diperlukan pembaruan. Kondisi tersebut, menurut Menhub, mendukung terjadinya gangguan operasional kereta dengan intensitas yang cukup sering.

“Beberapa hal yg kita dapat simpulkan bahwa peralatan (prasarana perkeretaapian) yang ada di Jabodetabek ini pada usia yang memang sedikit lanjut dan terdapat beberapa kejadian ekstrem baik itu cuaca, hujan maupun petir. Tim task force ini menyelesaikan hal-hal yang katakan berkaitan dengan rel, dan lain sebagainya pada titik-titik yang sudah diindikasikan bermasalah,” ucap Menhub.

Baca Juga :  Pemerintah Mulai Godok Aturan Baru Terkait Tarif Pesawat

Untuk target, Menhub menyampaikan rencana jangka pendek ini harus dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Terkait prasarana yang sudah termakan usia, Menhub memerintahkan pihaknya untuk berkoordinasi dengan PT KAI merencanakan investasi yang diperlukan pembaharuan prasarana seperti rel dan listrik aliran atas (LAA).

“Perbaikannya jangka pendek, 2 minggu sampai 1 bulan hal-hal itu selesai tapi ada lagi yang jangka menengah yang 6 bulan atau 1 tahun karena hal ini berkaitan dengan anggaran. Kita akan koordinasikan berapa anggaran dan apa saja yang mesti diinvestasikan,” ujarnya.

Menhub berharap dengan adanya tim task force ini, jika ada kejadian terhambatnya operasional kereta commuterline Jabodetabek akibat cuaca ekstrem, dapat lebih diantisipasi sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Humas Kemenhub

Share :

Baca Juga

Hukum

Humas Polres Musi Rawas Bersama Wartawan Ikuti Dialog Publik Kemerdekaan Pers dan Perlindungan Jurnalis

Nusantara

Kinerja Hulu Migas Semester I 2025 Moncer, Investasi Tumbuh 28,6%

Covid-19

Berkapasitas 24 Ribu, Jokowi Cek Kesiapan Wisma Atlet sebagai RS Darurat untuk Corona

Nusantara

Firdaus: SMSI dan PWI Tak Ubahnya Dua Sisi Mata Uang, Satu Sama Lain Tetap Melekat

Nusantara

Bangun Ekonomi Kerakyatan dengan Kearifan Lokal

Musi Rawas

Kementrian ESDM Hibahkan Satu Unit Sumur Bor untuk Pemkab Musi Rawas

Nusantara

Ketua Umum DPP BKPRMI Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Bandung

Ekonomi

Kemensos Menargetkan 2019 Prosentase Kemiskinan Turun Jadi 9,3 Persen