MUSI RAWAS – Polres Musi Rawas melalui Bhabinkamtibmas Polsek BTS Ulu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pendampingan dilakukan secara intensif kepada petani binaan mulai dari masa tanam hingga proses penyerapan hasil panen oleh Perum Bulog.
Pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek BTS Ulu Brigpol Andri Fahlevi bersama Aiptu Andi mendampingi petani binaan menyalurkan hasil panen jagung ke gudang Bulog. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Polres Musi Rawas dan Polsek jajaran pada masa panen kuartal II tahun 2026.
Pada tahap pertama, Bulog menyerap sebanyak 1.450 kilogram atau 1,45 ton jagung hasil panen petani binaan. Selanjutnya, pada Rabu (17/6/2026), petani kembali menyalurkan hasil panen susulan sebanyak 2.800 kilogram atau 2,8 ton jagung.
Dengan demikian, total jagung yang berhasil diserap Bulog dalam kurun waktu dua pekan mencapai 4.250 kilogram atau 4,25 ton.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.Hum., mengatakan keterlibatan aktif Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui pendampingan Bhabinkamtibmas, kami berharap para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya. Hal ini penting untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional,” ujar AKBP Agung.
Menurut Kapolres, program pembinaan yang dijalankan di wilayah hukum Polsek BTS Ulu menunjukkan perkembangan positif. Peningkatan volume panen yang terjadi pada pertengahan Juni menjadi indikator keberhasilan pendampingan yang dilakukan jajaran Polres Musi Rawas bersama kelompok tani.
Ia menambahkan, adanya kepastian pasar dan harga melalui penyerapan hasil panen oleh Bulog diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi petani dalam memasarkan hasil produksinya.
“Dengan adanya penyerapan oleh Bulog, petani tidak lagi khawatir terhadap persoalan pascapanen. Ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Musi Rawas,” katanya.
Program pendampingan tersebut menjadi wujud sinergi antara Polri, petani, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Musi Rawas.
Editor: Jhuan









