Home / Nusantara

Rabu, 3 April 2019 - 09:35 WIB

Pentingnya Modernisasi Penggilingan Padi dan Mesin Kemasan

SRAGEN, SH – Ada dua hal yang penting dalam pengolahan padi yakni memodernisasi penggilingan dan juga mesin kemasan.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Silaturahim dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah, di Gedung Olahraga (GOR) Diponegoro Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4).

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa banyak petani sudah bertahun-tahun menjemur padi baik di jalan maupun pelataran. Untuk itu, menurut Presiden, penting bagi seluruh penggilingan padi ini memiliki dryer.

Kualitasnya turun, lanjut Presiden karena hanya dijemur dan tidak masuk ke dryer. “Ini sudah kita alami bertahun-tahun masa mau kita teruskan. Zaman sudah modern kayak gini. Penggilingan ada dryer-nya,” tambahnya.

Hal kedua yang penting, menurut Presiden, adalah mesin kemasan. “Kalau bisa juga yang namanya di penggilingan padi juga ada mesin kemasannya. Penting sekali,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Pengelolaan Dana Desa Harus Memberikan Kemanfaatan bagi Masyarakat

Keluar dari mesin itu, sambung Presiden, sudah dalam bentuk kemasan-kemasan yang siap dijual atau siap dipakai sendiri.

“Mesin kemasan juga enggak mahal kok, untuk packaging enggak mahal. Jadi semuanya nanti ada tulisan semuanya di Sragen. Misalnya ada merek, diberi merek apa. Dari kecamatan mana diberi merek apa. Mereknya biar muncul, Sragennya biar muncul,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan pentingnya untuk mengubah diri dan meninggalkan pola-pola lama karena jika tidak akan ditinggal oleh negara-negara lain.

“Jangan sampai kita ini kalah, kita ini negara besar. Masak kita kalah dengan tetangga kita urusan ekspor urusan investasi kalah dengan Malaysia, kalah dengan Singapur, kalah dengan Filipina, kalah dengan Thailand, kalah dengan Vietnam,” ujar Presiden seraya menambah jika diam saja mungkin akan bisa kalah dengan Laos dan Kamboja.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Presiden Jokowi Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Cigombong

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan penduduk 269 juta jiwa. Indonesia juga, menurut Presiden, dianugerahi oleh Allah dengan beragam perbedaan seperti suku, agama, adat, tradisi, dan budaya.

Untuk itu, Presiden minta untuk tetap terus menjaga dan merawat persatuan. “Menjaga dan merawat kerukunan kita. Menjaga dan merawat persaudaraan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tuturnya.

Kepala Negara juga menyampaikan nanti setelah tanggal 17 April ingin mengajak Perpadi, dan Gapoktan ke istana.

“Berbicara dengan bulog, berbicara dengan bank, khusus masalah padi, beras, pupuk, mesin pengering, mesin penggilingan, mesin packaging, khusus. Sehingga betul-betul kita berubah semuanya,” pungkasnya.

Selain Ibu Negara Iriana, turut mendampingi Presiden dalam acara kali ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Editor : J. Silitonga

Share :

Baca Juga

Nusantara

Produksi Minyak Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4 Mengalami Penambahan 709 BOPD

Nusantara

Strategi Kementerian PPPA Hapuskan Pekerja Anak di Indonesia

Ekonomi

Pertamina Merestrukturisasi Organisasi Guna Menghadapi Tantangan Bisnis Kedepan

Nusantara

Usai Umroh, Presiden Jokowi Beserta Ibu Negara Iriana dan Rombongan Kembali ke Tanah Air

Nusantara

Bertemu Petani, Presiden Berdialog tentang Harga Pupuk dan Pengeringan Padi

Nusantara

Aksi Presiden Jokowi Main Bola Warnai Pembukaan PON XX Papua

Nusantara

Presiden Jokowi Janji akan Perbaiki Sekolah yang Rusak Diterjang Banjir

Nusantara

Sembilan Anggota Dewan Pers Periode 2019-2022 telah Terpilih