MUSI RAWAS, SH – Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas atas pembinaan yang dilakukan kepada 3.162 anak-anak Musi Rawas dalam Tahdfiz Alquran Juz 30.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Manager MURI, Triyono kepada Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan, Kamis (20/6/2019) di Masjid Agung Darussalam.
Kepada sejumlah wartawan, Triyono menyampaikan apresiasinya atas usaha dan kerja keras yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam membina dan mengajak anak-anak di wilayah itu agar dapat menjadi generasi Tahfidz.
“MURI sangat mengapresiasi atas kegiatan hari ini terutama kegiatan hari ini merupakan salah satu dari Slogan Kabupaten Musi Rawas SEMPURNA yang salah satunya adalah Religiusnya dan penghargaan ini langsung MURI berikan kepada Pemkab Musi Rawas yang diterima langsung pak bupati,” ucapnya.
- PHR Gandeng Polda Sumsel Perkuat Penegakan Hukum Hulu Migas
- PHR Zona 4 Perkuat Sinergi dengan Pemkab Muara Enim dan Musi Rawas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
- Tim Elang Polres Musi Rawas Amankan Pelaku Pembawa 2.090 Gram Sabu dan 20 Butir Ekstasi
- Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih Gelar “Jawara Of The Year 2025” dari KPPN Jakarta II
- Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas Dalam Rangka Penyampaian Raperda Inisiatif 2026
Dikatakannya, dengan adanya generasi tahfidz ini, akan tercipta generasi alquran yang dapat berkarya untuk Indonesia bahkan dunia.
Pemecahan rekor MURI ini, tambahnya merupakan yang pertama sekali diberikan, dan Kabupaten Musi Rawas yang perdana dalam pemecahan rekor Muri Tanfidz Alquran Juz 30.
“Kabupaten Musi Rawas menjadi pelopor, vioner dalam tahfizd alquran jus 30,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan menyampaikan ucapan terimakasihnya atas terlaksananya kegiatan ini.
Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan salah satu tujuan dari visi misi Musi Rawas SEMPURNA, dimana pada hurup ‘R nya tersebut adalah religius. Tentunya kegiatan ini sebagian dari penjabaran visi misi Musi Rawas yang Religius.
Dijelaskannya, ada tiga cita-cita dari visi misi Musi Rawas Religius yang dari awal kepemimpinannya di Kabupaten Musi Rawas telah dilaksanakan, pertama, mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid dari mulai tingkat desa, kelurahan dan kecamatan.
“Alhamdulilah, masyarakat telah berbondong-bondong untuk memakmurkan masjid,” katanya.
Kemudian yang kedua, lanjutnya, mengajak masyarakat Musi Rawas untuk mencintai Alquran.
Kegiatan ini telah dilaksanakan di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Musi Rawas dimana, disetiap desa telah ada taman bacaan Quran dan rumah-rumah Tahfidz.
“Ini semua berkat bimbingan para pemuka agama, ustadz, ustadza dan guru ngaji di semua jenjang pendidikan. Puncaknya, hari ini kita berkumpul bersama lebih dari tiga ribu anak-anak Musi Rawas dengan semangat dan kecintaan yang ditunjukkannya kepada Alquran,” ungkap bupati.
Dan kemudian yang ketiga lanjut bupati, yakni, Musi Rawas Bersadaqoh.
Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Rawas, Yusran mengatakan, tujuan dari kegiatan ini yakni, terciptanya iman dan takwa serta terciptanya generasi muda cinta alquran.
Untuk peserta tahfidz alquran jus 30 di kegiatan ini, urainya sebanyak 3.162 orang yang terdiri dari peserta dan pendamping dari 14 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas.
Adapun jumlah peserta dari masing-masing kecamatan yakni, Kecamatan Muara Beliti sebanyak 204 peserta, Kecamatan Muara Lakitan sebanyak 357 peserta, Kecamatan Muara Lakitan 357 peserta, Kecamatan TPK 102 peserta, Kecamatan Suka Karya 153 peserta dan Kecamatan Tuah Negeri 153 peserta.
Selanjutnya, Kecamatan Selangit sebanyak 102 peserta, Kecamatan Megang Sakti 255 peserta, Kecamatan BTS Ulu Cecar 204 peserta, Kecamatan Purwodadi 153 peserta, Kecamatan Sumber Harta 204 peserta, Kecamatan Tugumulyo 408 peserta dan Kecamatan STL Ulu Terawas 204 serta Kecamatan Jayaloka sebanyak 153 peserta.
“Kedepan kita akan lakukan inovasi-inovasi baru lagu guna mewujudkan Musi Rawas yang religius,” ujar Yusran.
Editor : J. Silitonga









