Home / Hukum / Sumsel

Sabtu, 5 Desember 2020 - 20:28 WIB

Mensos dan Empat Orang Lainnya Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka

JAKARTA, SH – Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) beserta empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi program bantuan sosial penanganan Covid-19 oleh KPK, Minggu (6/12/2020) dini hari.

“KPK menetapkan 5 orang tersangka, sebagai penerima JPB, MJS, AW. Sebagai pemberi AIM, HS,” kata Ketua KPK Firly saat menyampaikan konperensi pers, Minggu (6/12/2020) dini hari.

Empat tersangka lainnya dalam kasus ini antara lain, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Terbongkarnya kasus dugaan korupsi ini lewat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam orang. Mereka yang diamankan antara lain Matheus,  Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama Wan Guntar, Ardian, Harry, dan Sanjaya pihak swasta, serta Sekretaris di Kemenso Shelvy N.

Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK turut mengamankan uang sekitar Rp14,5 miliar yang terdiri dari pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Uang disimpan di dalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang disiapkan Ardian dan Harry. 

Baca Juga :  Juliari P Batubara Terancam Hukuman Mati Jika Terbukti Melanggar Pasal 2 UU 31 Tahun 1999

Dalam keterangannya, Firli menyebut telah disepakati fee sebesar Rp10 ribu per paket bansos yang diduga diterima Juliari. Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari melalui Adi dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar.

Uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi politikus PDIP tersebut.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.

Selaku penerima, Juliari dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Adi dan Matheus dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  'Umak' Musi Rawas Harap SMSI Silampari Eksplor Potensi Daerah

Sedangkan selaku pemberi, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dari 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, sebanyak tiga orang telah diamankan KPK, sementara dua orang tersangka lainnya yakni JPB dan pejabat kementrian sosial AW diminta untuk menyerahkan diri.

“Kami imbau, kami minta kepada para tersangka saudara JPB dan AW untuk kooperatif dan segera mungkin menyerahkan diri kepada KPK. Karena KPK akan terus mengejar sampai saudara-saudara tersebut tertangkap,” ujar Firli.

Editor: J. Silitonga

Sumber: CNN

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

H2G-Mulya dan Partai Pengusung Tanda Tangan Pakta Integritas Pilkada Musi Rawas 2020

Musi Rawas

Akses Jalan di Tujuh Lokasi dalam Kecamatan Megang Sakti Mulai Ditingkatkan

Lubuklinggau

Menteri Perhubungan Resmikan Operasional Garbarata Bandara Silampari

Musi Rawas

16 Desa di Musi Rawas Gelar Pilkades Dengan Sistem E-Voting

Kriminal

Polisi Ringkus Pelaku Curat di Binjai, ditemukan Dua Pucuk Senpira

Kriminal

Bacok Security PT Lonsum, Saswanto Dibekuk Polisi

Musi Rawas

Satuan Lalulintas Polres Mura Berikan Rapid Tes Gratis Bagi Pemohon SIM

Musi Rawas

Liga Desa Nusantara Musi Rawas Dimulai