Home / Musi Rawas / Sumsel

Kamis, 14 Oktober 2021 - 18:48 WIB

Bupati Musi Rawas Berikan Bantuan Biaya Pengobatan Pelajar SD Korban Pengeroyokan

MUSI RAWAS, Sumatera Headline – Korban pengeroyokan anak sekolah dasar oleh teman sekolahnya di Desa Lubuk Ngin Kecamatan Selangit beberapa hari yang lalu, mendapat perhatian dari Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud, dengan mengunjungi korban yang masih terbaring koma di Rumah Sakit Dr Sobirin, Kamis (14/10/2021).

Dalam kunjungannya, Bupati Musi Rawas mengecam keras aksi pembulian baik itu secara verbal maupun fisik.

“Siang ini tepat pukul 14.30 saya langsung menjenguk korban kekerasan sesama teman nya, saya sangat geram dengan tingkah tingkah pembulian, apa (kah) itu verbal ataupun fisik, kondisi saat ini korban mengalami patah tulang pada bagian leher dan sedang dalam kondisi koma,” kata Hj Ratna Machmud dikutip dari status akun facebook nya.

Bupati juga prihatin dengan kondisi keluarga korban yang tidak memiliki biaya untuk pengobatan. Bahkan mengetahui korban belum memiliki kartu BPJS atau KIS membuatnya melakukan rapat terbatas dengan dinas terkait di Rumah Sakit tersebut.

“Ketika saya cek langsung ternyata Ananda AKS tidak memiliki BPJS dan KIS, miris rasa nya saya melihat kondisi tersebut, di saat itu juga saya langsung memangil Disdik, Camat Selangit, dinas kesehatan dan Dinas PPA melakukan pertemuan terbatas di lokasi RS Sobirin,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab dan BNN Musi Rawas Sepakati Bahas Perda Larangan Pesta Malam

Melihat kondisi korban yang terbaring koma, menyentuh jiwanya selaku seorang ibu untuk memberikan biaya pengobatan hingga tuntas kepada korban.

“Saya langsung mengambil keputusan pribadi karna rasa saya selaku seorang ibu sangat tersentuh, saya akan membiyayai seluruh pengobatan sang anak sampai tuntas dan bila harus di rujuk langsung ke Palembang maka itulah yang harus di lakukan,” imbuhnya.

Bupati berharap korban dapat pulih dan kembali sehat dan meminta masyarakat Musi Rawas untuk mendoakan agar korban dan keluarga diberikan kesehatan.

“Mohon doa kepada seluruh orang tua dan masyarakat Musi Rawas, agar ananda beserta kelurga diberikan kesehatan,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, korban AKS (12) seorang pelajar kelas Lima di salah satu sekolah dasar negeri di Desa Lubuk Ngin Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas mendapat pengeroyokan oleh teman satu sekolahnya.

Baca Juga :  Hendra Gunawan : Penggunaan Dana Desa Harus Terbuka dan Transparan

Akibat, pengeroyokan tersebut, korban mengalami patah tulang di bagian leher hingga diharuskan mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Dr Sobirin.

Menurut keterangan orang tua korban, anaknya dianiaya oleh tiga orang siswa dan satu siswa diantaranya kelas IV dan kelas Vl SD, satu sekolah dengan korban.

Korban sempat dirawat di Puskesmas Kecamatan Selangit namun karena kondisi korban mengalami muntah-muntah dan sesak nafas kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Dr Sobirin.

Sementara, lanjut ibu korban, untuk biaya pengobatan anaknya sangat besar dan akan dirujuk kembali ke Rumah Sakit di Kota Palembang.

“Biaya operasi anak aku besar sekali, sampai Rp100 juta dan duit dari mana. Aku hanya petani karet,” ungkapnya.

Mendapat kunjungan Bupati Musi Rawas, ibu korban sedikit lega atas perhatian bupati yang akan membiayai pengobatan anaknya.

Dia berharap anaknya dapat kembali sehat dan beraktivitas seperti sediakala.

Editor: J Silitonga

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

Audiensi, PWI Mura: Website Desa Percepat Publisitas Potensi Daerah

Covid-19

Gubernur Cek Kesiapan 2 Dapur Umum Gugus Tugas Covid-19 Sumsel

Musi Rawas

Pesona Curug Panjang Terus Memukau Wisatawan

Musi Rawas

Unggul Sementara, Ratna Mahmud Berharap Suasana Tetap Aman, Damai dan Kondusif

Musi Rawas

Diskusi Bupati Musi Rawas dengan Irjen ESDM, Guna Percepatan Pembangunan di Musi Rawas

Palembang

Diskusi Bersama PWI, Kejati Sumsel Minta Peran Pers dalam Mengedukasi Masyarakat untuk Sadar Hukum

Musi Rawas

Ini Hasil Rakor Bupati Musi Rawas dengan KPK RI Melalui Video Conference

Palembang

Pertumbuhan Bisnis Media Siber di Indonesia, Sumsel Peringkat Pertama