Home / Edukasi / Kesehatan / Opini

Jumat, 8 Maret 2024 - 18:38 WIB

Bolehkah Pasien Jantung Koroner Melakukan Ibadah Puasa?

Bolehkah Pasien Jantung Koroner Melakukan Ibadah Puasa?

Bolehkah Pasien Jantung Koroner Melakukan Ibadah Puasa?

Oleh: Dosen Spesialis Medikal Bedah S3 PhD Lincoln College University Malaysia, Prima Trisna Aji

PUASA merupakan ibadah keagamaan yang wajib dilakukan umat Islam selama bulan Ramadhan. Namun, puasa dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi pasien jantung. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui kriteria pasien jantung boleh atau tidak boleh berpuasa.

Puasa dapat mempengaruhi kesehatan jantung karena berbagai faktor, antara lain: Perubahan pola makan, peningkatan risiko dehidrasi, perubahan aktivitas fisik, dan efek psikologis.

Selain itu, kita juga harus mempertimbangkan efek minum obat jantung saat berpuasa. Jenis penyakit jantung yang diperbolehkan untuk berupasa adalah pada pasien jantung kategori ringan yaitu termasuk hipertensi terkontrol, angina stabil, gagal jantung dengan LVEF > 35%, implantasi alat pacu jantung, penyakit katup jantung ringan atau sedang, SVT, fibrilasi atrium, dan aritmia ventrikel berat.

Baca Juga :  Bersama Prima Trisna Aji, Dosen Prodi PGSD Unisri Surakarta Terbitkan Penelitian Kolaborasi Multidisiplin

Puasa diperbolehkan jika pasien tidak menderita penyakit jantung koroner berat yang bisa membahayakan nyawa pasien. Pasien berisiko tinggi terkena penyakit jantung seperti hipertensi yang tidak terkontrol, sindrom koroner akut/infark miokard (Dalam kesimpulannya, puasa bagi pasien penyakit jantung perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.

Pasien dengan risiko penyakit jantung rendah atau sedang boleh berpuasa, sedangkan pasien dengan risiko penyakit jantung tinggi sebaiknya tidak berpuasa. Hal ini senada seperti teori yang disampaikan Dosen Spesialis Medikal Bedah, Prima Trisna Aji.

Dosen Spesialis Medikal Bedah Prima Trisna Aji menyampaikan bahwa pada penderita jantung koroner boleh melakukan puasa apabila pasien tersebut belum memasuki fase penyakit jantung berat. Dikarenakan apabila dipaksakan puasa bisa memperparah kondisi pasien dan bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga :  Optimalisasi Lembaga Kejaksaan

“Prinsip berpuasa pada pasien jantung koroner intinya boleh dilakukan asalkan pada penderita jantung koroner ringan seperti Angina stabil, Hipertensi terkontrol, AMI dan lain – lain. Sedangkan pada pasien jantung koroner kategori berat seperti pasien gagal jantung berat, Hipertensi Pulmonal, Penyakit komplikasi tidak diperbolehkan,” ucap Prima.

Hal yang harus diperhatikan selama berpuasa pada penderita jantung koroner apabila ditemukan tanda – tanda : Pusing, Nyeri dada, Sesak nafas, Jantung berdebar dan pingsan maka puasa harus segara dihentikan dan dibatalkan. *

Dosen Spesialis Medikal Bedah, Prima Trisna Aji

Share :

Baca Juga

Opini

Serahkan Wartawan Yang Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir Yosua Seterang- Terangnya

Kesehatan

Panen Sayuran di Kebun Toga, Bupati Ajak Masyarakat Musi Rawas Manfaatkan Pekarangan Rumah

Opini

Optimalisasi Lembaga Kejaksaan
Prima Trisna Aji

Opini

Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa?

Banyuasin

Bupati Banyuasin Tinjau Kegiatan Sunat Massal di Desa Panca Mukti

Opini

MENJADI SAKSI KEMATIAN MARGA (2)

Kesehatan

Kapolda Sumsel Laksanakan Bakti Sosial Kesehatan Bagi Lansia di Musi Rawas

Advertorial

Cegah Stunting, Bupati Musi Rawas Serahkan Bantuan Paket Gizi dan Sembako