Home / Ekonomi / Pariwisata

Rabu, 6 Maret 2024 - 10:03 WIB

Sandiaga Uno Jajaki Peluang Kerjasama dengan Jepang di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Menteri Parekraf Sandiaga Uno lakukan pertemuan bilateral dengan Jepang bahas peluang kerjasama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno lakukan pertemuan bilateral dengan Jepang bahas peluang kerjasama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

JEPANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengaku terkesan dengan cara Jepang dalam mengemas event berskala internasional seperti olimpiade dan konser Taylor Swift.

Sandiaga Uno juga terkesan dengan Jepang dalam mengimplementasi green tourism, dan community based tourism.

Untuk itu Kemenparekraf akan melakukan penjajakan peluang kerjasama bilateral. Peluang kerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini dilakukan juga untuk mendongkrak pergerakan wisatawan antara ke dua negara.

“Indonesia belajar banyak dari Jepang. Terutama mengenai JETRO (Japan External Trade Organization) yang mempromosikan skema satu desa, satu produk,” kata Sandiaga saat menggelar pertemuan dengan perwakilan Japan Tourism Agency, di Kantor Japan Tourism Agency, Jepang, Senin (4/3/2024)

Di sisi lain, Menparekraf Sandiaga menyampaikan, Indonesia saat ini juga sedang terus mempromosikan destinasi unggulan di luar Bali seperti Labuan Bajo dan Yogyakarta. Agar pergerakan wisatawan lebih merata ke daerah lainnya.

Baca Juga :  Wawako Lubuklinggau Buka Kegiatan Pelatihan Subsektor Ekonomi Kreatif

Jepang sendiri menjadi salah satu negara dengan kontribusi kunjungan wisatawan cukup banyak ke Indonesia. Pada tahun 2023 tercatat ada lebih dari 220 ribu kunjungan dari negara itu.

Menparekraf memproyeksikan kunjungan wisman asal Jepang pada tahun 2024 akan semakin meningkat hingga 500 ribu kunjungan. Untuk mencapai target tersebut, maka diperlukan langkah-langkah kolaboratif dengan Jepang Tourism Agency.

“Tentunya diperkuat juga dengan kerangka kerja sama seperti MoC (Memorandum of Cooperation) atau MoU (Memorandum of Understanding) antara Jepang-Indonesia, sehingga mendorong adanya manfaat bagi kedua negara,” kata Sandiaga.

Untuk itu, ruang lingkup yang bisa dikerjasamakan dengan Jepang mulai dari sharing best practice terkait penyelenggaraan event, pengembangan SDM utamanya dalam hal hospitality dan tourism, hingga konektivitas.

“Melalui kolaborasi tentunya kita harapkan pergerakan wisatawan semakin meningkat dan lapangan kerja juga tercipta,” ujar Sandiaga.

Baca Juga :  Tuan Rumah Fornas VI, Hunian Hotel Meningkat Berdampak Pemulihan Ekonomi Sumsel

Komisaris Japan Tourism Agency, Ichiro Takahashi, mengatakan terkait pengembangan SDM, Ichiro menilai SDM Indonesia memiliki kemampuan yang luar biasa, dan hal ini bisa menjadi bahan kerja sama ke depan. Terlebih, banyak WNI yang telah bekerja di Jepang terutama di sektor hospitality.

“Selain itu, Jepang juga belajar dari Indonesia pada perhelatan G20 2022 dimana Indonesia mengeluarkan dokumen yang membahas Community Based Tourism,” katanya.

Karenanya, Ichiro menyambut baik inisiasi Menparekraf Sandiaga untuk segera membuat MoC/MoU. Ichiro mengungkapkan, Indonesia menjadi mitra penting dalam sektor pariwisata. Dimana Indonesia masuk dalam salah satu destinasi unggulan di Asia Tenggara.

“Pemerintah Jepang turut berupaya meningkatkan kerja sama pariwisata ke luar negeri termasuk Indonesia,” kata Ichiro. **

Editor: Jhuan

Sumber: Kemenparekraf

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Minat Investasi ASEAN di IKN, Dari Properti Hingga Energi Terbarukan

Ekonomi

Talkshow di Palembang In Fest, Herman Deru Berikan Tips kepada Kaum Milenial

Ekonomi

Pertemuan Bilateral dengan PM Jepang Furnio Kishida, Presiden Jokowi Dorong Penyelesaian IJEPA

Ekonomi

ASEAN-BAC Perkuat Sektor Swasta dan Pemerintah

Ekonomi

BUMDesma LKD Tugumulyo Launching Rumah TENGKLENG KJMT

Ekonomi

Bupati Musi Rawas Berikan Bantuan Usaha bagi Pelaku UMKM di Musi Rawas

Ekonomi

Menteri BUMN Dorong Kendaraan Berbasis Energi Hijau Tumbuh Masif

Ekonomi

Medco E&P Berdayakan Kelompok Wanita Tani Desa Pelawe Lewat Pelatihan Pengolahan Makanan