Home / Ekonomi / Nusantara

Kamis, 29 September 2022 - 17:49 WIB

Kerja Bersama Percepat Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Presiden Jokowi didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy menyerahkan data P3KE kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Presiden Jokowi didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy menyerahkan data P3KE kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

SUMATERA HEADLINE – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk kerja bersama dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di tanah air. Pemerintah menargetkan kemiskinan nol persen pada tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pengarahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan badan usaha milik negara (BUMN), panglima komando daerah militer (pangdam), kepala kepolisian daerah (kapolda), dan kepala kejaksaan tinggi (kajati), di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/09/2022).

“Pusat dan daerah bareng-bareng menuju ke sasaran yang kita tuju, lingkungannya digarap, air bersihnya digarap, bareng-bareng, urusan income/pendapatan semuanya digarap bareng-bareng,” ujar Presiden.

Presiden menyampaikan, data terkait kemiskinan ekstrem sudah ada dan jelas hingga berdasarkan nama dan alamat atau by name, by address sehingga berbagai program penghapusan kemiskinan ekstrem dapat diarahkan kepada sasaran yang tepat.

“Ini sasarannya ada kok, jelas nama dan alamat, bansos [bantuan sosial] ke sana arahkan, terhadap perbaikan rumah-rumah kumuh arahkan juga ke sana,” tandasnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke SEA Games Ke-31 di Vietnam

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia pada Maret 2022 sebesar 2,04 persen atau 5,59 juta jiwa, menurun dari data Maret 2021 yang sebesar 2,14 persen atau 5,8 juta jiwa.

“Untuk melakukan percepatan capaian SDGs dari 2030 menjadi 2024, diperlukan upaya penurunan kemiskinan ekstrem sebesar 1 persen setiap tahunnya, sehingga mencapai nol persen pada tahun 2024. Untuk itu, Inpres 4/2022 menugaskan 28 kementerian/lembaga, dan seluruh pemerintah daerah mengambil langkah percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujar Luhut.

Lebih lanjut, Menko Marves menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan tiga instrumen kebijakan terkait penghapusan kemiskinan ekstrem.

Pertama, penetapan wilayah prioritas penghapusan kemiskinan ekstrem 2022 hingga 2024.

Kedua, ketersediaan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang padan dengan data kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sambut Kelahiran Cucu Kelima, Anak Ketiga Pasangan Kahiyang Ayu dan Boby Nasution

“Data mencakup tingkat kesejahteraan dan karakteristik sosial ekonomi, untuk memudahkan pemerintah pusat dan daerah melakukan intervensi yang lebih akurat,” ujarnya.

Ketiga, penetapan pedoman umum pelaksanaan P3KE bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Pada kesempatan itu, Luhut juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mempercepat program penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Strategi penghapusan kemiskinan ekstrem terdiri dari pengurangan beban pengeluaran dan pengurangan kantong kemiskinan, yang tengah dikawal oleh Kemenko PMK [Kementerian Koordinator Bidang  Pembangunan Manusia dan Kebudayaan]. Sedangkan Kemenko Perekonomian, tengah mengawal strategi peningkatan pendapatan. Semuanya ini melibatkan semua pemangku kepentingan di luar pemerintah,” ujar Luhut.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi secara simbolis menyerahkan data P3KE ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa untuk digunakan sebagai data rujukan program penghapusan kemiskinan ekstrem. (SH-02)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Membangun Ekonomi Kerakyatan Bukan Sekedar Janji Namun Memberi Bukti

Nusantara

DePA-RI Siap Kawal Perlindungan Profesi Advokat Dalam KUHAP Baru

Kesehatan

Prevalensi Stunting Turun 6,4 Persen Dalam Tiga Tahun Terakhir

Nusantara

Modus Penipuan Perubahan Tarif Transfer antar Bank, BRI Pastikan itu Hoaks

Nusantara

Presiden Ingatkan Penyebaran Covid-19 pada Klaster Kantor, Keluarga dan Pilkada

Nusantara

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Rusunawa Mahasiswa UMM

Nusantara

SKK Migas dan KKKS Akan Gelar Forum KapNas ketiga tahun 2023

Ekonomi

Asosiasi Distributor Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran