Home / Covid-19 / Lubuklinggau / Sumsel

Sabtu, 3 Juli 2021 - 22:05 WIB

Tiga Pilar Kota Lubuklinggau Sosialisasi PPKM Mikro

LUBUKLINGGAU, SH – Tiga Pilar Kota Lubuklinggau (Pemkot, TNI dan Polri) melaksanakan razia Operasi Yustisi dalam rangka Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan penyemprotan disinfektan di Wilayah Kota Lubuklinggau, Sabtu (3/7).

Operasi Yustisi dipimpin langsung Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, Dandim 0406 Lubuklinggau, Letkol Inf Erwinsyah Taufan yang turun langsung ke lokasi dengan titik kumpul di lapangan Mapolres Lubuklinggau.

Rute penyemprotan dari Kodim sampai Polres hingga Pasar Mambo, rute lainnya dari markas Brimob sampai ke simpang RCA dan dari Eks Kompi sampai Mapolres. Menurut Wako, antisipasi Covid-19 yang dilakukan berbeda dari sebelumnya. Kali ini antisipasi dilakukan dengan cara yang lebih efektif.

Baca Juga :  FKUB Lubuklinggau Verifikasi Dua Permohonan Pendirian Rumah Ibadah

Minggu hari ini (4/7) sambung Wako, akan ada penyemprotan di wilayah yang tidak terjangkau oleh mobil seperti Kelurahan Watervang dan Kelurahan Majapahit yang kasus Covid-19 terbanyak.

Diintruksikannya setiap malam jalan protokol dari Masjid Agung sampai RCA akan ditutup, tetapi tidak menggunakan pos berupa tenda lagi. Sedangkan mengenai rute untuk mobil besar (pengangkut barang) dari arah Provinsi Bengkulu rute dialihkan ke jalan lingkar selatan sementara dari arah Provinsi Jambi dialihkan ke jalan lingkar utara.

Operasi Yustisi dilakukan dari Simpang RCA sampai Masjid Agung As-Salam diteruskan dari RCA sampai Lubuk Kupang dengan sasaran masyarakat yang masih nongkrong lewat pukul 21.00 WIB.

Baca Juga :  Jabat Penasehat, Owner Smart Hotel Dukung Penuh SMSI Silampari

Bagi pedagang yang membuka dagangan lewat pukul 21.00 untuk tidak menyediakan tempat nongkrong lagi. Makanan dibungkus untuk dibawa pulang tidak boleh makan ditempat membeli.

“Perwal PPKM Mikro berlaku bagi tempat usaha seperti restoran, warung makan, cafe, pedagang kaki lima, warnet maupun masyarakat yang masih nongkrong lewat pukul 21.00 WIB,” tegas Wako.

Operasi Yustisi bertujuan untuk menerapkan protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19 agar masyarakat terhindar dari Covid-19. PPKM Mikro akan berjalan selama 14 hari dari 1-14 Juli 2021.

Editor: J. Silitonga
Sumber: Ril Kominfo

Share :

Baca Juga

Sumsel

SKK Migas – Pertamina EP Gelar Raker dan FGD Survei Seismik 2D Gerbera Bersama Gubernur Lampung

Lubuklinggau

Usai Terima SK Kepengurusan, SMSI Silampari Diskusi Bersama CEO Linggau Pos Group

Musi Rawas

Abu Nawas : ” Profesi Wartawan itu Mulia”

Musi Rawas

Lanang Mengamuk di TPS, Petugas Ambil Tindakan Tegas

Musi Rawas

Bupati Musi Rawas Hadiri Lomba Asah Terampil

Muara Enim

Ketua TP PKK Muara Enim Buka Turnamen Basket Putri

Musi Rawas

Operasi Ketupat Musi 2024, Ratusan Personel Gabungan diterjunkan untuk Pengamanan Hari Raya Idul Fitri

Muratara

Bupati Muratara Didaulat Sebagai Bapak Santri Sumsel