Home / Nusantara

Rabu, 9 Mei 2018 - 14:00 WIB

Presiden: Pemimpin Masa Depan Harus Jadi Teladan Sejak Dini

PEKANBARU, Sumatera Headline – “Untuk mencapai cita-cita menjadi presiden, Solid melakukan 3P. Yaitu menjadi penentu, penggerak, dan penanggung jawab Indonesia di masa kini dan di masa depan,” kata seorang pelajar menjawab pertanyaan Presiden.

Solid Dian Permata Bunda, siswi dari SMA Negeri 2 Pekanbaru, mengacungkan tangannya ketika Presiden Joko Widodo menanyakan apakah ada di antara para pelajar yang bercita-cita menjadi Presiden Republik Indonesia.

Saat tampil di hadapan Presiden, ia menjawab pertanyaan dengan meyakinkan, Presiden pun setuju dengan jawaban Solid.

“Boleh-boleh,” kata Presiden.

Rabu siang, (9/5/2018), usai meresmikan Program Peremajaan Sawit Rakyat di Kabupaten Rokan Hilir, Presiden Joko Widodo bertegur sapa dengan sekira 350 ketua dan pengurus OSIS SMA/SMK se-Kota Pekanbaru dari 34 sekolah negeri dan swasta. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru.

Baca Juga :  Warga Parepare Terima 5.000 Sertifikat Tanah dari Presiden Jokowi

Bagi Presiden, para pelajar yang ada di hadapannya saat itu untuk saat ini memang baru menjadi pemimpin di sekolahnya masing-masing. Namun, di waktu mendatang, bukan tidak mungkin di antara mereka akan menjadi pemimpin masa depan bangsa.

“Anak-anak semua adalah calon-calon pemimpin. Sekarang mungkin memimpin di sekolah masing-masing, tetapi suatu saat insyaallah di antara anak-anak yang hadir di sini, dan mungkin teman-temannya yang lain, bisa saja menjadi pemimpin. Bisa menjadi bupati, wali kota, gubernur, menteri. Bisa menjadi presiden juga. Kenapa tidak?” ujar Presiden.

Ia berpesan, sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang, sudah selayaknya bagi para pelajar Indonesia untuk menjadi teladan bagi lingkungan dan teman-temannya di sekolah. Salah satunya ialah dengan mengajak rekan-rekannya untuk melakukan hal-hal yang positif.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Santap Malam Bersama Joe Biden dan Pemimpin Negara ASEAN

Selain itu, Kepala Negara juga mengajak kepada para pelajar tersebut untuk bijak menggunakan media sosial. Para pelajar disebutnya dapat berperan serta dalam pembangunan melalui media sosial dengan menyebarkan semangat nasionalisme, semangat belajar, semangat beribadah, dan menyebarkan gagasan-gagasan positif yang membangun.

“Jangan justru menggunakan media sosial untuk saling mencela antarteman, saling menghujat, memfitnah, menggunakan kata-kata yang kasar, dan merisak temannya,” imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Plt. Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim.

Naskah : Bey Machmudin

Editor : J. Silitonga

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Share :

Baca Juga

Hukum

Bagir Manan Bersama Konstituen Dewan Pers Siap Beri Kesaksian di Sidang MK

Nusantara

Kunjungi Blok Rokan, Menteri ESDM Minta Naikkan Produksi untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

Nusantara

Kementerian PUPR Bangun Fasilitas Pendidikan 4 PTN dan PTKIN di Sulawesi Selatan

Musi Rawas

Diskusi Bupati Musi Rawas dengan Irjen ESDM, Guna Percepatan Pembangunan di Musi Rawas

Ekonomi

Penetapan Kebijakan Energi Daerah Harus Dipercepat

Nusantara

Keputusan Menhub Soal Besaran Tarif Jasa Ojek dengan Aplikasi

Nusantara

Triwulan I 2022, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Mencapai Rp 62 Triliun

Nusantara

Buka Rapimnas SMSI, Yosep Stanley : Masa Depan Pers ada di Media Online