Home / Lubuklinggau

Jumat, 16 September 2022 - 20:43 WIB

PCNU Kota Lubuklinggau Tolak Kehadiran Ustadz Khalid Basalamah di Tabligh Akbar

PCNU Kota Lubuklinggau

PCNU Kota Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, Sumatera Headline – PCNU Kota Lubuklinggau dan seluruh anggota Banom menolak kehadiran Ustadz Khalid Basalamah pada tabligh akbar yang akan dilaksanakan 30 September sampai dengan 1 Oktober 2022 yang akan datang di Kota Lubuklinggau.

Hal itu diungkapkan Sekretaris PCNU Kota Lubuklinggau, Mazroil usai rapat koordinasi penolakan kehadiran Ustadz Khalid Basalamah, Jumat (18/9/2022)

Mazroil mengungkapkan, PCNU Kota Lubuklinggau dan seluruh lembaga Banom menolak dakwah Ustadz Khalid Basalamah di Kota Lubuklinggau. Hal ini menurutnya, narasi yang disampaikan berpotensi memecah belah umat.

“Mengapa kami menolak, narasi-narasi yang disampaikan Ustadz Khalid Basalamah berpotensi sering memecah belah umat dan sering terjadi penolakan-penolakan di daerah lain seperti di daerah Jawa Timur dan Aceh,” ungkapnya.

Selain itu, katanya, juga mengusik tradisi-tradisi silahturahmi yang bernuansa keagamaan, mengusik ketentraman masyarakat yang berkaitan dengan khilafiah atau perbedaan, seperti Nahdiyin, tahlilan, yasinan dan marhaban.

Menurut Mazroil, Ustadz Khalid Basalamah tidak menerima perbedaan yang sifatnya khilafiah dan cara dakwah yang selalu menjustice kelompok lain pelaku bid’ah yang sesat.

Ia menambahkan, dalam Ahlussunnah wal Jama’ah, Bid’ah terbagi dua yakni Bid’ah Hasanah (baik) sedangkan Bid’ah dholalah (sesat), tetapi menurut Ustadz Khalid Basalamah apa yang dilakukan jemaah Nahdiyin termasuk adalah yang sesat.

“Menyakitkan hati kami sebagai warga Nahdiyin khususnya Kota Lubuklinggau fatwa beliau salah satunya orang tua nabi masuk neraka, ini nauzubillah minzalik. Orang tua yang suci, dia berani mengatakan orang tua nabi masukĀ  neraka,” ungkapnya.

Ini sangat menyakitkan hati warga Ahlussunnah wal Jama’a, tegas Mazroil, karena banyak dakwahnya selalu mengatakan Aqidah Asy’ariyah dan Aqidah Maturidiyah yang mana aqidah tersebut adalah aqidah mayoritas umat islam di Indonesia itu disesatkan.

“Kami dari PCNU, lembaga dan Banom menolak keras, apabila masih dilaksanakannya pengajian akbar tersebut maka kami di tanggal 1 Oktober 2022 akan bergerak ke Masjid Agung As Salam Lubuklinggau,” tegasnya.

Pertemuan itu juga dihadiri, Ketua PCNU Kota Lubuklinggau Gus Ahmadi, Wakil Ketua PCNU Mufyanto, Ketua Ansor Kota Lubuklinggau Murtako, Ketua Fatayat NU Elvaria, Ketua LDNU Agus Mukmin, LC, Ketua JRA Marjianto, Ketua PMII Kota Lubuklinggau Mukmin, dan seluruh Ketua Komisariat , Satkorcam Banser Lubuklinggau Sumarsam, Ketua Kopri PMII Isrowiya dan Ketua IKA PMII M Reza dan pendekar Pagar NUSA. Ril

Share :

Baca Juga

Lubuklinggau

Ini Nomor Urut Tiga Paslon Wako dan Wawako Lubuklinggau

Lubuklinggau

Gubernur Sumsel Resmikan Taman Olahraga Megang

Covid-19

Wartawan Kota Lubuklinggau Terima Sembako, Walikota: Ini Wujud Kepedulian Kita Bersama

Lubuklinggau

Masyarakat Moneng Sepati Rasakan Aman dan Nyaman Adanya Patroli

Lubuklinggau

Bupati Musi Rawas Coblos di TPS 3 Marga Mulia

Covid-19

Binda Sumsel Gelar Vaksin di Dua Puskesmas di Lubuklinggau

Lubuklinggau

Lawan Covid-19, TP PKK Lubuklinggau Serahkan 1000 Masker

Lubuklinggau

Binda Terus Galakan Vaksin untuk Masyarakat