Home / Nusantara

Kamis, 12 April 2018 - 22:49 WIB

Pasca KLB Gizi Buruk, Presiden Optimistis Pembangunan Infrastruktur di Asmat Berjalan Lancar

ASMAT, Sumatera Headline – Presiden Joko Widodo menilai pembangunan yang tengah dilakukan di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, pasca kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk berjalan dengan baik. Hal ini disampaikan Presiden kepada para wartawan di Bandara Internasional Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, usai berkunjung ke Kabupaten Asmat, Kamis, (12/4/2018).

Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Asmat meliputi pembangunan jangka pendek maupun menengah mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, dan pembangunan permukiman baru. 

“Saya lihat tadi semuanya, semuanya berjalan dengan baik. Kita juga membangun tampungan untuk air baku ada sembilan yang lima di Agats kemudian yang empat dibangun di distrik-distrik yang ada,” ujar Presiden.

Tentang gizi anak-anak, Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Bupati Asmat untuk benar-benar memperhatikan gizi anak-anak di Kabupaten Asmat.

Saat ini, ucap Kepala Negara, ada 320 anak setiap hari diberikan kacang hijau, sayur dan makanan bergizi lainnya. Namun yang ada di distrik-distrik penanganannya tidak mudah.

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Korupsi Itu Tidak Boleh, Sekecil Apa Pun

“Ada 13 puskesmas. Namun pemberian gizi di distrik tidak mudah karena keterisolasian,” ujar Presiden.

Oleh sebab itu saat ini pemerintah membangun jalan Trans Papua untuk membuka daerah yang terisolasi.

“Memudahkan kepada kita untuk bisa mengakses kepada distrik, mengakses pada kabupaten, ada koneksi antar provinsi, ada koneksi antar kabupaten dan kota. Arahnya kesana, jadi kalau ini belum bisa kita selesaikan, sulit meyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan distrik-distrik yang ada, di kabupaten manapun,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana mengunjungi Kabupaten Asmat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Pj Gubernur Papua Soedarmo dan Bupati Asmat Elisa Kambo.

*Pemberian Nama Adat*

Saat tiba di Helipad kawasan pelabuhan Laut Agats, Kabupaten Asmat, Kamis, 12 April 2018, Presiden dan Ibu Iriana disambut tarian selamat datang dan juga dianugerahi gelar adat yang secara simbolis ditandai dengan penyerahan kayuh perahu dan noken.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Santap Malam Bersama Joe Biden dan Pemimpin Negara ASEAN

Presiden diberi nama adat yang telah diputuskan dalam Musyawarah Pimpinan Lembaga Masyarakat Adat Asmat, yaitu Kambepit.

Kambepit adalah nama Panglima Perang Asmat yang berasal dari rumpun Bismania. Bagi Suku Asmat, Panglima Perang Kambepit adalah pemimpin pemberani dan visioner yang memimpin Suku Asmat memasuki era perubahan dimana masyarakat Suku Asmat mengenal peradaban modern seperti sekarang ini.

Dengan pemberian nama Kambepit dan gelar adat sebagai Panglima Perang kepada Presiden Joko Widodo, masyarakat adat Asmat menginginkan agar Presiden Joko Widodo bisa menjadi Panglima Kambepit di masa kini yang memimpin mereka menuju era perubahan dan masa depan yang lebih baik.

Naskah : Bey Machmudin

Editor : J. Silitonga

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kementerian PUPR Bangun Fasilitas Pendidikan 4 PTN dan PTKIN di Sulawesi Selatan

Nusantara

Media Gathering SKK Migas Sumbagsel, Wartawan Sumselupdate.com Juara Lomba Karya Jurnalistik FJM Sumsel 2021

Nusantara

Tujuan Berpolitik itu Luhur, Bukan Memecah Belah

Nusantara

17 Wartawan Senior Terima PCNO, Wartawan Sumsel Sebanyak 3 Orang

Nusantara

Bupati Jayapura Bertemu Presiden Jokowi Bahas DOB di Papua

Hukum

KBRI BSB – Himpunan Psikologi Indonesia Lindungi PMI di Brunei

Covid-19

Anak-anak Usia di Bawah 18 Tahun Boleh Mudik Lebaran Tanpa Tes Antigen dan PCR

Nusantara

Dewan Pers Ingatkan, Wartawan yang Terlibat Politik Praktis Diminta Nonaktif