MUSI RAWAS – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan RPJMD Tahun 2025–2029, Rabu (18/6/2025), di Auditorium Pemkab Musi Rawas.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud dan dihadiri Wakil Bupati H Suprayitno, Ketua DPRD Firdaus Cik Olah, Wakil Ketua Yani Yandika, serta sejumlah pejabat penting lainnya. Turut hadir pula secara virtual, Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Evaluasi Wilayah I Kemendagri, Bagus Agung Herbowo, yang memberikan arahan.
Kepala Bappeda Musi Rawas, Erwin Syarif, menyampaikan bahwa penyusunan RPJMD ini sesuai amanat UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Proses penyusunan dimulai dari pembahasan teknokratik, konsultasi publik, hingga fasilitasi provinsi, dan kini memasuki tahap Musrenbang.
Erwin memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Musi Rawas pascapandemi menunjukkan tren positif, ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbang 30,83 persen terhadap PDRB. Namun, penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas, dengan strategi pengurangan beban masyarakat miskin dan penguatan UMKM.
Ia juga menyoroti capaian pembangunan manusia melalui peningkatan IPM, serta penurunan angka pengangguran sebesar 1,94 persen dalam lima tahun terakhir. Enam isu strategis pembangunan pun disorot, mulai dari pertumbuhan ekonomi hijau, transformasi tata kelola pemerintahan, hingga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Visi RPJMD 2025–2029 selaras dengan arah pembangunan nasional dan provinsi, yaitu Musi Rawas Maju, Mandiri, Bermartabat, Berkelanjutan atau disingkat Mantabkan,” jelas Erwin.
Untuk mendukung visi tersebut, ditetapkan empat misi strategis dan sembilan program prioritas, seperti pendidikan dan kesehatan gratis, beasiswa, revitalisasi pertanian, pengembangan UMKM, perlindungan sosial, hingga penguatan kegiatan keagamaan.
Sementara itu, Bupati Ratna Machmud menekankan bahwa RPJMD ini merupakan tahap awal pembangunan jangka panjang (RPJPD 2025–2045), yang difokuskan pada penguatan pondasi transformasi pembangunan.
“Transformasi sosial, budaya, dan ekologi menjadi landasan menuju Musi Rawas sejahtera dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” kata Ratna.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, agar RPJMD benar-benar menjadi panduan yang solutif, tepat sasaran, dan menjawab tantangan daerah secara konkret. Adv
Editor: Jhuan









