Home / Ekonomi / Nusantara / Pariwisata

Kamis, 7 Maret 2024 - 08:25 WIB

Empat Desa Penghasil Kain Tenun Tradisional yang Layak di Kunjungi

Pembuatan Kain Tenun Tradisional

Pembuatan Kain Tenun Tradisional

INDONESIA memiliki keberagaman dengan banyak pulau, bahasa dan adat istiadat. Masing-masing daerah juga memiliki ciri khas kain salah satunya kain tenun tradisional yang indah dan bernilai budaya tinggi yang dibuat secara tradisional menggunakan mesin pintal dengan tangan.

Proses pembuatan satu kain kadang membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan. Ada sejumlah desa yang bisa dikunjungi untuk melihat proses pembuatan kain tenun dan membeli langsung di sana.

1. Desa Trenganan, berada di Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Sekitar 2 jam dari Bandara Ngurah Rai.

Tenunan yang dihasilkan desa ini diberi nama kain grinsing. Di sini pengunjung bisa melihat proses pembuatan kain dari awal. Mulai dari pemintalan benang, pewarnaan yang dibuat dari tetumbuhan, menggambar motif, sampai penenunan.

Pembuatan satu kain membutuhkan waktu sekitar 1 tahun karena melewati 3 proses pewarnaan. Semua kain grinsing hanya terdiri atas 3 warna; kuning, merah dan hitam.

Baca Juga :  Dodi Johan: Website Desa Dorong Transparansi Pemerintah Desa

2. Desa Sukarara Lombok, desa ini merupakan salah satu daerah penghasil kain tenun yang indah dan mengesankan.

Di antara banyak desa yang menghasilkan tenun, Desa Sukarara patut dikunjungi, berada di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Jaraknya sekitar 30 menit dari kota Mataram.

Di sini pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan kain songket khas Sukarara. Dimana, ciri khas kain tenun nya menggunakan benang emas di antara benang-benang lainnya.

Di desa ini semua perempuan diwajibkan bisa menenun karena ini syarat wajib layak menikah.

3. Desa WatublapiIni, desa tradisional ini terletak di Nusa Tenggara Timur yang dianggap penghasil tenun ikat terbaik di Indonesia.

Lokasinya di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Kain yang dibuat masih ditenun dengan cara tradisional.

Baca Juga :  PWI Musi Rawas Buka Pendaftaran Anggota Baru

Pria menanam kapas lalu mengubahnya jadi benang, sementara perempuan mewarnai benang dan menenunnya.

Hasil tenunan penduduk desa Watublapi sangat cantik. Mereka menggunakan motif yang melambangkan manusia, binatang dan tumbuhnya yang memiliki nilai dan filosofi tersendiri.

4. Desa Adat Prailiu, yang terletak di NTT yang menghasilkan tenun ikat, Desa Adat Prailiu. Desa ini berlokasi di Waingapu, Sumba Timur.

Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan tenun secara lengkap. Mulai dari pewarnaan benang dari bahan alami sampai proses menenun dengan alat tenun tradisional.

Keunikan dari tenun ikat Sumba adalah pemilihan warnanya yang sebagian besar berwarna merah, hitam, kuning dan biru.**

Editor: Jhuan

Sumber: IndonesiaTravel

Share :

Baca Juga

Nusantara

Presiden Jokowi : Korban Banjir Sentani akan Direlokasi

Nusantara

SKK Migas Perkuat Komitmen Penegakan Integritas

Nusantara

Presiden Jokowi Tinjau Sumur Pompa Hidram di Desa Oinlasi

Nusantara

Kinerja Subholding Upstream Pertamina Semester Satu Capai Target

Nusantara

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Pintas Batas Kota Singaraja-Mengwitani

Nusantara

SKK Migas dan ExxonMobil Indonesia Kerjasama Eksplorasi di Area Terbuka Indonesia

Nusantara

Kementerian PUPR Dukung Delapan Hal Pokok Wujudkan Indonesia Maju dan Unggul

Nusantara

SKK Migas – Medco E&P Temukan Cadangan Gas Baru di Blok South Sumatera