Diskusi Bupati Musi Rawas dengan Irjen ESDM, Guna Percepatan Pembangunan di Musi Rawas

JAKARTA, Sumatera Headline – Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan didampingi Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Ristanto Wahyudi menyambangi Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM), Selasa (31/7/2018).

Pada pertemuan yang dilaksanakan di ruang kerja Inspektorat Jenderal ESDM, Profesor Akhmad Syahkroza SE MAFIS Ph.D tersebut, Bupati memaparkan potensi dan permasalahan yang ada di Kabupaten Musi Rawas. Diantaranya dalam bidang perkebunan, seperti komoditi karet, kopi dan perikanan.

Dari diskusi yang belangsung santai dan penuh kecerian tersebut, ditemukan beberapa solusi seperti menginisiasi berdirinya industri hilir komoditi karet dan ekspor kopi ke Mesir.

Selain itu, Bupati berharap bantuan dari Irjen ESDM yang juga pengajar di Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini untuk dapat ikut serta membantu pembangunan Kabupaten Musi Rawas khususnya di sektor ESDM seperti pemenuhan kebutuhan air masyarakat dengan menggunakan sumur bor dalam (deep well) untuk daerah yang belum terjangkau jaringan PDAM Musi Rawas.

Terkait dengan belum meratanya aliran listrik di daerahnya, Bupati mencoba mendiskusikannya dengan harapan adanya bantuan dari Kementerian ESDM untuk menyalurkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya baik untuk penerangan jalan, desa yang belum terjangkau listrik dan pondok pesantren.

Sementara pada pertemuan sebelumnya, Pemkab Musi Rawas dan Universitas Musi Rawas melakukan penandatangan Momorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir (BATAN) untuk promosi iptek nuklir dan pengelolaan Agro Techno Park (ATP).

Penandatangan MoU kali ini dilakukan oleh Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan bersama Rektor UNMURA, Prof Ir H Fachrurrozie Sjarkowi, M.Sc Ph.D dan Kepala BATAN, Profesor DR Djarot Sulistio Wisnubroto sebagai wujud formalitas untuk mempererat dan memperkuat kerja sama tersebut.

Pada kesempatan itu Djarot menyampaikan mengenai apa yang harus dilakukan setelah penandatanganan MoU tersebut dan langkah signifikan apa yang dilakukan kedepannya.

“Namun yang lebih penting lagi adalah apa yang akan kita lakukan setelah penandatanganan MoU ini. Bagaimana kita mengevaluasi dan kemudian merencanakan kegiatan ke depannya,” kata Djarot.

“Saat ini tantangan kita adalah bisakah kita membuat Agro Techno Park mandiri dan memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat, terutama petani. Semoga nanti ada langkah signifikan, seperti munculnya pengusaha pemula berbasis teknologi atau start-up company di Kabupaten Musi Rawas,” tandasnya.

Editor : J. Silitonga

sumateraheadline

Portal berita sumateraheadline.com akan selalu berusaha menyajikan informasi terkini secara cepat dan akurat. Dikemas dalam sebuah berita yang berimbang dan terpercaya dan beralaskan pada rambu-rambu kode etik jurnalistik dan pedoman media siber. Kami harapkan kritikan dan masukan yang positif dari para pembaca dan pengikut portal berita sumateraheadline.com yang mengarah kepada penyempurnaan situs berita ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *