Home / Muba

Kamis, 4 September 2025 - 08:27 WIB

PHE Jambi Merang Olah Kulit Singkong Jadi Pemadam Api

Bola APAR kulit singkong yang siap pakai, sebagai inovasi dari PHE Jambi Merang Bersama Fakultas Pertanian Universitas Jambi untuk membantu memadamkan api

Bola APAR kulit singkong yang siap pakai, sebagai inovasi dari PHE Jambi Merang Bersama Fakultas Pertanian Universitas Jambi untuk membantu memadamkan api

MUSI BANYUASIN – Kulit singkong yang biasanya dianggap limbah, kini disulap menjadi alat pemadam api ringan (APAR). Inovasi ini digagas Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR), berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui pelatihan di Rumah Produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, yang diikuti kelompok tani, penyuluh pertanian, dan masyarakat sekitar (16/8).

Di wilayah ini, singkong tumbuh melimpah dan diolah warga menjadi berbagai produk pangan seperti tepung mocaf dan kerupuk eyek-eyek. Namun kulit singkong selama ini hanya menjadi limbah. PHE Jambi Merang bersama tim peneliti Universitas Jambi melihat potensi besar dari kandungan potasium sitrat dalam kulit singkong, yang terbukti efektif memadamkan api.

Baca Juga :  Kecelakaan Kerja Karyawan PetroChina, Berikut Statement SKK Migas Sumbagsel

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan inovasi ini merupakan wujud komitmen Pertamina mendukung kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan.

“Kami mendukung implementasi hasil penelitian yang bisa menjadi solusi bagi masyarakat. Pemahaman dan penerapannya mungkin tidak instan, tapi ini komitmen kami bergandengan tangan dengan masyarakat menjaga alam,” ujarnya.

Cara kerjanya, kulit singkong diolah menjadi tepung lalu dipadatkan berbentuk bola. Bola ini dilapisi styrofoam, diberi sumbu dan bubuk mesiu agar bisa meledak saat terkena api. Ledakan tersebut melepaskan potasium sitrat sehingga mampu memadamkan api hingga radius 60 cm, tergantung ukuran bola.

Baca Juga :  Peringati Hari Ibu, PHE Jambi Merang Adakan Talk Show Gerakan Peduli Stunting

Elisa, anggota KWT Embun Pagi, mengaku inovasi ini sangat bermanfaat bagi warga.

“Dusun Selaro rawan kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan ini membantu kami memanfaatkan kulit singkong jadi sesuatu yang berguna sekaligus melindungi lingkungan,” ungkapnya.

Program ini akan terus didampingi PHE Jambi Merang bersama Fakultas Pertanian Universitas Jambi sebagai bentuk keberlanjutan sinergi perusahaan, akademisi, dan masyarakat dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Muba

Penyulingan Minyak Illegal, Dandim Muba Angkat Bicara

Muba

Kebakaran Sumur Ilegal di Desa Keban Berhasil Dipadamkan Pertamina Zona 4 dan SKK Migas

Muba

Medco E&P Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Musi Banyuasin

Muba

Safari Ramadhan Sebagai Energi Menjalin Silaturahmi

Muba

Pertamina Hulu Energi Jambi Merang Launching Aplikasi Bocil Keling

Muba

SKK Migas-KKKS Dukung Program Pemkab Muba dalam Pengembangan Muba Vocational Center

Muba

Medco E&P Salurkan 565 Paket Sembako Lewat Safari Ramadan di Muba dan Banyuasin

Muba

Peringati Hari Ibu, PHE Jambi Merang Adakan Talk Show Gerakan Peduli Stunting