Home / Ekonomi / Nusantara

Rabu, 7 Desember 2022 - 07:33 WIB

Lembaga Keuangan Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2023 Cukup Baik

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna , Selasa (06/12/2022) sore, di Kantor Presidien, Jakarta

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna , Selasa (06/12/2022) sore, di Kantor Presidien, Jakarta

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mendatang diprediksi lembaga keuangan dunia cukup baik. Keterangan itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna , Selasa (06/12/2022) sore, di Kantor Presidien, Jakarta.

“Berbagai lembaga dunia, baik itu OECD, IMF, World Bank, ADB (Asian Development Bank) itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita antara 4,7 sampai 5,1 (persen) di tahun depan,” ujar Menko Perekonomian.

Ia menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan pada peningkatan penanganan risiko COVID-19 dan percepatan vaksinasi yang relatif baik, dukungan fungsi APBN fiskal sebagai shock absorber, harga-harga komoditas yang tinggi, dan sukses presidensi G20 yang meningkatkan kredibilitas Indonesia di pasar internasional.

“Kemudian yang kedua, tentu kita memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, kemudian cuaca ekstrem, dan terkait dengan inflasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Kinerja Ekspor dan Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi

Oleh sebab itu, Airlangga memperkirakan inflasi dapat terkendali di angka 5,34 sampai 5,5 persen sampai akhir tahun. Sebelumnya, inflasi Indonesia tercatat di angka 5,9 persen, 5,72 persen, dan terakhir 5,34 persen.

“Tentu ini yang harus kita perhatikan, dari segi outlook dunia global diperkirakan dari berbagai lembaga global tumbuhnya di 2,2 sampai 2,7 (persen). Jadi Indonesia tumbuhnya mendekati dua kali dari global karena tensi politik, inflasi, suku bunga global, stagflasi masih kelihatan,” imbuhnya.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa stagflasi masih terjadi. Jika dilihat dari segi global, ungkapnya, sebanyak 90 negara sudah meningkatkan suku bunga dengan inflasi rata-rata mencapai 12 persen.

Baca Juga :  PPKM Mikro Diperpanjang, Pengaturan Sesuai Zonasi Resiko Wilayah

“Tentu kita lihat proyeksi kita, berbagai lembaga optimis di 2022. Demikian pula di 2023 yang range-nya antara 4,7 sampai dengan 5,25 (persen) dari berbagai banking dan juga lembaga dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa penanganan COVID-19 di Indonesia relatif baik. Hal ini dapat dilihat dari capaian vaksinasi dosis satu sebesar 86,8 persen, dosis dua 74,3 persen, dosis tiga (booster) 28,62 persen, dan dosis empat sekitar 4 persen.

“Kemudian kita melihat seluruh kabupaten/kota ditetapkan dalam PPKM 1 dan mengingat situasi yang ada, Kementerian Kesehatan ,pakan melakukan serosurvei lagi. Dan tentunya dengan serosurvei, pemerintah akan mengambil langkah-langkah lanjutan,” pungkasnya. (SH-02)

Share :

Baca Juga

Nusantara

SKK Migas dan KKKS Akan Gelar Forum KapNas ketiga tahun 2023

Musi Rawas

Bertemu Bupati, Jokowi Tekankan Sinergisitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Dapat Sejalan

Covid-19

Jelang Lebaran, Pemerintah Terus Gencarkan Vaksinasi

Nusantara

Presiden Apresiasi Kinerja Gugus Tugas dari Pusat hingga Daerah

Ekonomi

Menkominfo Dorong UMKM Bangkit dengan Pasar Digital

Nusantara

Presiden Jokowi Bertemu Raja Salman, Kuota Haji Indonesia Bertambah 10.000

Hukum

KUHP Baru yang Disahkan Tertinggal Dua Abad

Ekonomi

Presiden Jokowi Ajak Pemerintah Daerah Kendalikan Inflasi