Feature News
LUBUKLINGGAU, SH – Langit yang begitu cerah sore itu tiba-tiba terlihat gelap, warna kebiruan yang mendominasi cerahnya langit tertutupi oleh awan hitam yang menghalangi terik matahari senja pada Rabu sore (20/11/2019).
Terlihat ramainya pegawai negeri sipil dengan seragam ASN meninggalkan satu persatu kantor dinas yang berada di lingkungan Pemkab Musi Rawas Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.
Ada sedikit keraguan diantara mereka untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah masing-masing saat melihat langit yang semakin gelap.
Namun situasi itu tidak mengurungkan niat mereka untuk melanjutkan perjalanan pulang dari Kecamatan Muara Beliti menuju Kota Lubuklinggau, dengan jarak tempuh memakan waktu sekitar 20 menit.
Tak terasa memasuki perbatasan antara Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau, rintik hujan mulai membasahi sepanjang Jalan HM Soeharto Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Para pengendara roda dua yang konvoi bersama dari Muara Beliti mulai ragu untuk melanjutkan perjalanan.
“Kita menepi dahulu bro, sepertinya hujan akan deras,” ujar Andi Salahudin, salah seorang wartawan media online yang bertugas di Musi Rawas.
“Ok bro, kita cari tempat berteduh yang ada makanan hangatnya,” sahut Feri Sandria reporter Radio Darusalam sambil mengusap wajahnya yang mulai basah oleh air hujan.
Perjalanan pun kembali dilanjutkan namun hujan yang semakin deras memaksa para pengendara roda dua yang kehujanan saat itu untuk menepi dan mencari tempat berteduh.
Terlihat sebuah Warung Bakso Solo ‘Gemilang’ yang terletak di Simpang Temam Kecamatan Lubuklinggau Selatan II itu, menjadi sasaran para pengendara motor untuk beristirahat sejenak.
Pak Suyoto pemilik warung bakso tersebut mulai sibuk melayani pesanan para pengendara motor yang kehujanan.
Seuntai senyuman terlihat dari sudut bibir pria berusia 56 tahun tersebut. Ada secerca harapan, hujan hari ini membawa rezeki yang baik untuk nya.
Usai menyantap Bakso Tenis Super Urat khas Pak Suyoto yang begitu lezat itu. Satu persatu para pelanggan mulai meninggalkan warung bakso nya. Seiring dengan hujan yang mulai berhenti.
“Alhamdulilah, hujan deras di sore ini membawa berkah,” ucap nya dengan rasa syukur.
Hari pun mulai berganti, senja sore itu begitu cepat menghilang dan berganti malam dengan kondisi cuaca yang begitu dingin.
Terlihat Pak Suyoto mulai sibuk membersihkan dan merapikan kembali meja dan kursi yang ada warung nya. Dan tersisa satu orang pelanggan yang sedang menikmati bakso khas Pak suyoto.
Ternyata, hujan di sore ini memberikan berkah dan rezeki bagi nya.
Editor : J. Silitonga









