Home / Kesehatan / Nusantara

Kamis, 24 Maret 2022 - 10:59 WIB

2024, Target Angka Prevalensi Stunting Harus Tercapai di Bawah 14 Persen

Presiden Jokowi didampingi Kepala BKKBN Hasto Wardoyo meninjau pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting oleh BKKBN di Kabupaten TTS, Provinsi NTT, (24/3)

Presiden Jokowi didampingi Kepala BKKBN Hasto Wardoyo meninjau pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting oleh BKKBN di Kabupaten TTS, Provinsi NTT, (24/3)

NTT, Sumatera Headline – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan meninjau pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (24/03/2022) pagi waktu setempat.

Presiden Jokowi dalam arahannya menekankan bahwa target angka prevalensi stunting di tahun 2024 yakni di bawah 14 persen harus tercapai.

“Saya minta seluruh gubernur, bupati, wali kota di seluruh Tanah Air juga akan saya sampaikan hal yang sama bahwa jangan sampai target angka 14 persen itu luput, harus tercapai,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mendapat Pujian dari Putera Mahkota Saudi

Presiden pun mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh BKKBN. Menurutnya, kegiatan yang berkaitan dengan stunting seperti pendampingan calon pengantin sebelum menikah harus dikerjakan.

“Karena belum tentu semua pengantin itu tahu meskipun punya uang banyak tapi kalau enggak tahu apa yang harus dilakukan, disiapkan, itu bisa jadi keliru juga,” tambahnya.

Selain itu, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah juga akan melakukan intervensi terhadap gizi anak, kondisi rumah, dan ketersediaan air. Intervensi tersebut, lanjut Presiden, perlu dilakukan secara terpadu oleh seluruh pihak agar target 14 persen di tahun 2024 tercapai.

Baca Juga :  Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Berboncengan Naik Motor Listrik di Kampung Mola

“Tanpa kerja terpadu dari pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan seluruh masyarakat saya kira sangat sulit mencapai target yang telah kita tentukan,” lanjutnya.

Di akhir arahannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan BKKBN sangat baik untuk mendorong kementerian dan lembaga terkait dalam mencapai target penekanan angka prevalensi stunting tersebut.

Turut mendampingi Presiden pada agenda tersebut di antaranya Menteri Koordinator Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (SH-02)

Editor: J Silitonga

Share :

Baca Juga

Nusantara

Hadiri HPN 2020, Presiden Jokowi: Berhadapan Dengan Insan Pers, Bukan Benci Tapi Rindu, Tetapi Selalu di Hati dan Selalu Rindu

Advertorial

Cegah Stunting, Bupati Musi Rawas Serahkan Bantuan Paket Gizi dan Sembako

Ekonomi

Di Forum B20, Presiden Ungkap Tiga Strategi Besar Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Nusantara

Mendambahkan Keadilan Sosial

Nusantara

SKK Migas Bangun Aplikasi Monitoring Pembangunan

Ekonomi

Apresiasi Presiden Jokowi atas Kepercayaan Filipina terhadap Produk Alutsista Indonesia

Nusantara

Prabowo Subianto Semangat Tangani Kaum Marginal dan Terpinggirkan

Nusantara

Wartawan yang Meliput Corona Virus Layak Diberi Insentif