Home / Nusantara

Sabtu, 19 September 2020 - 12:15 WIB

Kementerian PUPR Dukung Delapan Hal Pokok Wujudkan Indonesia Maju dan Unggul

JAKARTA, SH – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat delapan hal pokok atau persyaratan dasar untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai Negara Maju dan Unggul dimana salah satunya adalah pembangunan infrastruktur yang merata sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi dan pemersatu bangsa. Hal tersebut dikatakan Menteri Basuki saat menyampaikan keynote speech dan diskusi bersama Arvila Delitriana perancang Jembatan Lengkung LRT Kuningan dalam acara Webinar “100 Tahun ITB Menuju 100 Tahun Indonesia”, Sabtu (19/9/2020)

“Namun sejatinya Kementerian PUPR tidak hanya bertanggung jawab pada hal tersebut, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap upaya pemenuhan persyaratan lainnya, yakni pendidikan yang berkualitas agar kita bisa mengoptimalkan bonus demografi, kesehatan masyarakat yang baik dan terjamin, peningkatan produktivitas kerja, pengelolaan Sumber Daya Alam yang baik, berwawasan lingkungan dan berkesinambungan, pengembangan dan inovasi teknologi, pemberantasan korupsi, serta niat dan keteguhan tekad,” kata Menteri Basuki.

Dalam mendukung pendidikan yang berkualitas dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Menteri Basuki menyatakan Kementerian PUPR telah mendirikan Politeknik Pekerjaan Umum di Semarang dan mengembangkan Program Super Spesialis bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponogoro (UNDIP) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di bidang-bidang keilmuan dan rekayasa yang penting untuk dikuasai dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Dengan Program Master Super Spesialis ini, saya sangat berharap kita bisa menghasilkan banyak “Arvila Delitriana” di berbagai bidang infrastruktur PUPR. Beliau adalah sosok alumni ITB yang sangat kita kagumi karena ketekunan, profesionalisme dan karya-karyanya, termasuk dalam perancangan Jembatan Lengkung LRT Kuningan,” kata Menteri Basuki.

Baca Juga :  Kementerian PUPR Mulai Renovasi 2 Stadion Utama dan 15 Lapangan Sepakbola di 5 Provinsi

Untuk mendukung kesehatan masyarakat yang baik dan terjamin, Menteri Basuki menyatakan, pada tahun 2015-2019 Kementerian PUPR telah melaksanakan amanat RPJMN yang dituangkan dalam Rencana Strategis Kementerian PUPR 2015-2019 dengan capaian rata-rata di atas target yang telah ditetapkan salah satunya untuk pemenuhan layanan infrastruktur dasar yang layak.

“Telah dibangun SPAM lebih dari 25 ribu liter/detik, penanganan permukiman kumuh perkotaan lebih dari 32 ribu Ha, untuk layanan sanitasi dan persampahan sekitar 10 juta Kepala Keluarga (KK). Di bidang perumahan telah dibangun 4,8 juta unit rumah layak huni sebagai bagian dari Program Sejuta Rumah,” ujarnya.

Ditambahkan Menteri Basuki, untuk pembangunan infrastruktur PUPR lainnya pada 2015-2019 yakni di bidang Sumber Daya Air (SDA), telah dilaksanakan pembangunan 61 bendungan/waduk dimana 16 diantaranya telah selesai dan dioperasikan, pembangunan 1.088 embung, pembangunan jaringan irigasi baru lebih dari 1 juta Ha, rehabilitasi jaringan irigasi 3 juta Ha, pembangunan pengaman pantai 1.485 Km, serta pengendali sedimen dan lahar telah terbangun 330 buah.

Sedangkan untuk meningkatkan konektivitas, Menteri Basuki mengatakan telah dibangun Jalan Nasional sepanjang 3.867 Km, Jalan Tol 1.500 Km, dan jembatan sepanjang 58.346 m.

“Khusus untuk pembangunan jembatan, saya sampaikan ke depannya agar terus diberikan sentuhan arsitektural (art). Seperti pada jembatam Youtefa yang ada ornamen ciri khas daerah Papua. Juga untuk jembatan Batam Bintan yang akan dibangun dengan KPBU, agar ada sentuhan seninya,” pesannya.

Baca Juga :  Aksi Solidaritas MPR Bersama PWI Salurkan 1.000 Paket Bantuan APD Cegah Wabah Corona

Menteri Basuki menyampaikan dalam setiap pembangunan infrastruktur,mulai dari tahap survei, investigasi, desain, pembebasan tanah, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan harus senantiasa memperhatikan dan memenuhi aspek-aspek secara sosial diterima oleh masyarakat (socially acceptable),secara ekonomi menguntungkan (economically viable), dan ramah lingkungan (environmentally sound). Hal tersebut sebagai dukungan pengelolaan Sumber Daya Alam yang baik.

“Sebagai contoh ke depannya pembangunan jalan tol tidak diupayakan tidak lagi akan ada yang membelah bukit, namun dengan membuat terowongan (tunnel) seperti rencana Jalan Tol Pekanbaru-Padang untuk menembus bukit barisan. Kita akan perhatikan betul aspek ramah lingkungan,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan inovasi dan teknologi, Menteri Basuki menekankan pentingnya penggunaan hasil inovasi produk dalam negeri.

“Contohnya saya paksa pembelian Excavator dari Pindad, setiap tahun Kementerian PUPR beli. Sekarang produknya mulai berinovasi, sudah ada excavator kecil dan excavator amphibi,” tuturnya.

Sedangkan untuk peningkatan produktivitas kerja, pemberantasan korupsi, serta niat dan keteguhan tekad, Menteri Basuki mengungkapkan mengembangkan budaya kerja dalam sistem manajemen di Kementerian PUPR yakni dengan membangun pemahaman atas business process yang utuh dari hulu ke hilir, program-program kegiatan yang tersusun dengan sistematis dan fokus, pengambilan keputusan yang cepat, tegas, dan berani menanggung resiko, membangun Team Work yang Solid dan irama kerja Rock and Roll, serta pengawasan yang detail dan konsisten.

Editor: J. Silitonga

Sumber: Kementrian PUPR

Share :

Baca Juga

Nusantara

Rektor Apresiasi Kapolrestabes Surabaya Wisudawan Doktoral Terbaik USU Medan

Covid-19

Penjelasan Jokowi Tentang Klorokuin

Covid-19

Berkapasitas 24 Ribu, Jokowi Cek Kesiapan Wisma Atlet sebagai RS Darurat untuk Corona

Covid-19

Ini Keterangan Pers Presiden RI Usai Tinjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19

Nusantara

Presiden Minta Pengusaha Harus Mampu Hadirkan Sentra Ekonomi Baru

Covid-19

Pemerintah akan Berikan Insentif Bagi Tenaga Medis dan Dokter Spesialis Di Tengah Pandemi Corona

Ekonomi

AMMDes Akan Dipasarkan April 2019

Nusantara

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya