Home / Lubuklinggau / Sumsel

Senin, 25 Maret 2019 - 15:38 WIB

Batik Gelitik Diharapkan Dapat Menggelitik Pencintanya

LUBUKLINGGAU, Sumatera Headline – Batik Durian telah menjadi ciri khas Kota Lubuklinggau sejak awal tahun 2018 lalu. Namun, sejak dua bulan terakhir, lahir Batik Gelitik yang dapat menjadi pilihan buah tangan kerajinan dari Lubuklinggau.

Menggunakan konsep ecoprint, Batik Gelitik mengangkat tema Bersahabat dengan Alam. Memanfaatkan dedaunan serta pewarna alami, kehadiran Batik Gelitik diharapkan dapat ‘menggelitik’ pecintanya.

Secara resmi Batik Gelitik dilaunching pada Senin (25/03/2019) di Rumah Kreatif Membatik di Jl Waringin Lintas Gang Rajawali Kota Lubuklinggau. Kerajinan ini dikembangkan Rumah Kreatif Membatik, di bawah binaan Hiswana Migas Depo Pertamina Lubuklinggau dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lubuklinggau.

Menurut Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Rina Prana saat menghadiri launching Batik Gelitik mengatakan, kehadiran batik ini dapat menjadi pembelajaran baru bagi ibu-ibu di bumi Sebiduk Semare ini.

Baca Juga :  Bidang Persandian Diskominfo Lubuklinggau Hadiri Asistensi Pembentukan CSIRT

“Batik ini bukan hanya untuk komersial, tetapi lebih ke edukasi pada ibu-ibu, untuk meningkatkan pendapatan mereka, jadi bukan untuk kita jual saja,” ujarnya.

Ke depan juga, teknik ecoprint ini akan diajarkan pada siswa disabilitas untuk menambah keterampilannya. Sejak awal dirintis, pembina Batik Gelitik, Endang Puspitasari Armeidi memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk belajar teknik ecoprint.

Teknik ecoprint artinya memindahkan pigmentasi dari dedaunan dan bunga ke bahan, misalnya kain.

Bersama tujuh orang perajin, Batik Gelitik menawarkan produk dengan motif yang unik. Dipastikan motif pada semua produk yang dihasilkan akan berbeda satu sama lain.

Baca Juga :  Walikota Meminta Kegiatan Besar SMSI Sumsel Diselenggarakan di Lubuklinggau

Kain hasil dari teknik ecoprint ini ditawarkan dalam berbagai bentuk, diantaranya baju, jilbab, scarf, hingga dapat dijadikan bahan tas dan pouch.

Untuk harga, sebanding dengan keindahan dan tingkat kesulitannya, per produk dijual mulai dari harga Rp 75 ribu yang sementara dijual secara online.

Turut hadir dalam launching tersebut, Ketua GOW Lubuklinggau Hj Sri Haryati Sulaiman, Ketua Dharma Wanita Lubuklinggau Hj Rika Rahman, Kepala Dinas Kominfo Erwin Armeidi, Kepala Dinas P3APM Heri Zulianta, serta sejumlah anggota PKK dan GOW Lubuklinggau.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Diskominfo

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

Jembatan di Musi Rawas Rusak, Pemudik Diimbau Pilih Jalur Alternatif

Musi Rawas

2007 Paket Sembako Diserahkan untuk Guru Ngaji

Advertorial

Bupati Ratna Machmud Kukuhkan 13 Kepala Desa dan TP-PKK Desa di Musi Rawas

Musi Rawas

Wakapolres Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Ops Ketupat Musi

Olahraga

Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI Tiba di Palembang

Musi Rawas

27 Desa di Musi Rawas Terima Bantuan 27 Unit Motor Pengangkut Sampah

Musi Rawas

35 Anak Terlantar di Musi Rawas Terima Bantuan Paket Perlengkapan Sekolah

Musi Rawas

Bupati Apresiasi Kreativitas Warga Musi Rawas Ciptakan Taman Bunga Celosia