Home / Hukum / Nusantara

Selasa, 5 Maret 2024 - 17:18 WIB

Angka Mudik 2024 di Prediksi Meningkat, Mencapai 136,7 Juta

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan

JAKARTA – Memasuki bulan suci Ramadhan dan menjelang hari Raya Idul Fitri 2024, jumlah pemudik Lebaran tahun ini diprediksi mengalami kenaikan sebesar 5-6 persen dari tahun lalu, yakni mencapai 136,7 juta yang sebelumnya pada tahun lalu sekitar Rp123 juta.

“Kalau ditambah 5-6% itu ada di angka 136,7 juta, artinya ini perlu dikelola dengan baik. Tahun lalu ada 123 juta lebih masyarakat Indonesia yang melakukan mudik balik dan berwisata selama libur Idul Fitri,” sebut Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pengelolaan Arus Lalu Lintas Mudik-Balik Lebaran 2024 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Aan mengatakan, Kakorlantas telah melakukan survei kesiapan jalur, operasional, personel dan seluruh saran dan prasarana. Sehingga nantinya bisa di mitigasi dan memetakan hambatan apa saja yang mungkin timbul selama Operasi Ketupat 2024.

Baca Juga :  AKBP Andi Supriadi : "Informasi ke Masyarakat Harus Valid"

Pada tahun ini, sambung Aan, pihaknya akan membagi empat kluster tempat yang menjadi perhatian seperti jalan tol, rest area, arteri jalan, jalan wisata hingga penyeberangan.

Untuk jalan tol, Irjen Pol Aan memperkirakan akan terjadi hambatan karena tahun lalu terjadi peningkatan jumlah kendaraan roda empat untuk mudik Lebaran.

“Yang menjadi primadona Jabodetabek menggunakan tol kalau aman lancar insyaallah di arteri lancar. Dari survei kemarin jalan tol sendiri masih ada beberapa hambatan,” ucapnya.

Sementara untuk rest area, Irjen Pol Aan mengaku masih menjadi trouble spot dan akan terus diupayakan untuk mengelolanya.

Baca Juga :  PWI Minta 20.000 Wartawannya Patuhi UU Pers dan Larang Ikuti UKW Abal-Abal

“Ketika puncak mudik, arus kendaraan sekitar 2 juta di jalan tol semua masuk rest area. Kita melakukan pengaturan, seringkali yang kita lakukan belum bisa menjadi solusi untuk penanganan rest area,” katanya.

Kemudian arteri jalan, tegas nya akan terus menjadi perhatian bersama karena jalan terus tidak bertambah dan berkurang. Sementara volume kendaraan terus naik tiap tahunnya.

“Arteri silakan memetakan trouble spot yang mungkin timbul. Tasik-Garut (Limbangan) enggak bisa diapa-apain, karena jalannya segitu saja. Jalur alternatif disiapkan tidak menjadi prioritas, kita maksimalkan mengelola di jalur utama,” katanya. **

Editor: Jhuan

Sumber: Humas Polri

Share :

Baca Juga

Nusantara

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Fasilitas Perhelatan KTT G20 Bali

Nusantara

Presiden: Pemimpin Masa Depan Harus Jadi Teladan Sejak Dini

Ekonomi

Prabowo: Jokowinomics Aplikasi Nyata Daripada Ekonomi Pancasila

Nusantara

Tommy Soeharto Ajak Masyarakat Membeli dan Mengonsumsi Produk Bangsa Sendiri

Nusantara

Pusat Pelatihan Sepak Bola akan Dibangun di IKN

Nusantara

Strategi Kementerian PPPA Hapuskan Pekerja Anak di Indonesia

Nusantara

Cahaya Aceh Mempesona di Negeri Majapahit

Ekonomi

Literasi Keuangan dan Digital Kunci Keamanan Bertransaksi Digital