Home / Nusantara

Selasa, 3 Juli 2018 - 07:42 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Bendungan Paselloreng Sulsel

SULAWESI SELATAN, Sumatera Headline – Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau langsung Bendungan Paselloreng di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. Bendungan ini adalah satu dari tiga proyek bendungan baru di Sulawesi Selatan, di mana dua bendungan lainnya yaitu Karalloe di Kabupaten Jeneponto dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar.

“Tahun ini akan selesai 8 bendungan yang sudah kita kerjakan 3-4 tahun lalu. Antara lain Bendungan Rotiklot di NTT, kemudian Tanju dan Mila di Pulau Sumbawa NTB, Logung di Kudus, Gondang di Karanganyar, Sei Gong di Batam, dan lain-lain,” kata Presiden kepada para jurnalis selepas peninjauan Selasa, (3/7/2018).

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung maksimal sebesar 138 juta meter kubik atau 9 kali lebih besar dari Bendungan Raknamo dengan kapasitas 14 juta meter kubik yang diresmikan Presiden Joko Widodo awal tahun 2018 lalu. Presiden pun berharap bendungan ini nantinya akan bisa mengairi kurang lebih 7.000 hektare sawah irigasi.

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Tingkatkan Produktivitas Sektor Pertanian di Papua Barat

“Ini adalah bendungan yang sangat besar karena ada 365 hektare dari tanah milik negara kemudian ditambah dengan pembebasan lahan kurang lebih 1.800 hektare milik masyarakat,” lanjutnya.

Dari lahan milik masyarakat seluas 1.849,88 hektare, sudah dibebaskan sebanyak 36,87 persen atau seluas 681,98 hektare. Sisanya dalam proses penyelesaian pembayaran bertahap untuk area genangan.

“Target kita di bulan Oktober selesai semua (pembayaran pembebasan lahan),” ucapnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan air di bidang pertanian, Presiden juga berharap bendungan ini bisa menjadi sumber air baku bagi masyarakat di 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 305 liter per detik.

Manfaat lainnya adalah untuk konservasi sumber daya air, pengendalian banjir Sungai Gilireng sebesar 1.002 meter kubik per detik, perikanan air tawar, objek pariwisata, dan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

Baca Juga :  Presiden Tinjau Kesiapan Sejumlah Tempat KTT ASEAN di Labuan Bajo

Di akhir keterangan persnya, Presiden menyampaikan bahwa pembangunan bendungan-bendungan yang dilakukan pemerintah merupakan salah satu sarana yang bertujuan akhir untuk swasembada pangan.

“Arahnya semua ke sana, 49 bendungan yang kita bangun itu arahnya adalah menyiapkan air untuk irigasi, pertanian, dan larinya nanti akan ke swasembada pangan kita,” ucap Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Iriana dalam peninjauan ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pj Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono, dan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Share :

Baca Juga

Nusantara

Matilah Kau Undang-Undang Pers

Ekonomi

Pelabuhan Galala-Namlea Terapkan Tiket Online Berbasis Website trip.ferizy.com

Nusantara

Gubernur Kalsel Setuju Porwanas Digelar Agustus 2024

Ekonomi

Tiga Program Utama Bulog Intervensi Pasar Seimbangkan Harga Beras

Nusantara

Menaker Minta THR Dibayar Dua Minggu Sebelum Lebaran

Nusantara

Kunjungi Pura Tirta Empul, Presiden Dorong Pemeliharaan Aset Kebudayaan Negara

Nusantara

Gajah Tunggal Group Serahkan Bantuan 50 Ribu Masker Medis Untuk PWI

Nusantara

SKK Migas Bahas Pengembangan Aspek Hukum Pengendalian Emisi Karbon