Home / Lahat / Sumsel

Senin, 31 Juli 2017 - 12:58 WIB

Warga Berlakukan Jam Malam Bagi Angkutan Batubara Yang Melintasi Jalinsum Lahat – Muara Enim

LAHAT, Sumatera Headline – Sejak hari Minggu Tanggal 30 Juli kemarin, warga Kelurahan Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur melakukan aksi pencegatan truk angkutan batu bara dari arah Kabupaten Lahat menuju ke arah Kabupaten Muara Enim. Aksi ini dilaksanakan sejak pukul 06.00 wib pagi, hingga pukul 18.00 wib sore.

Pantauan di lapangan, hingga hari ini, Senin (31/7/17) pun warga masih memblokade semua truk angkutan yang bermuatan batu bara dan dipinta untuk putar balik kembali ke lokasi tambang atau ke tempat parkiran di luar kawasan Kelurahan Lebuay Bandung.

Menurut koordinator aksi, Manto (43) aksi ini sudah berlangsung dua hari ini dari kemarin. Tujuan aksi ini sendiri dikarenakan sering terjadinya kemacetan di perbatasan Kabupaten Muara Enim dengan Kelurahan Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, akibat banyaknya truck batubara yang parkir di sepanjang ruas jalan lintas sumatera itu.

“Setiap hari, kemacetan panjang ini jadi panorama di persimpangan tiga hingga puluhan kilometer. Bahkan sampai ke jembatan Dua Desa Muara Lawai, sejak sore hingga malam pukul 23.00 wib”, urai Manto

Ditambahkan Manto, aksi ini dilakukan secara spontanitas dan berdasarkan surat keputusan Dinas Perhubungan Sumsel Tertanggal.03 Oktober 2016 no 551.2/4701/02/Dishukomimfo/tgl 2/10/16, 551.2/4889/02/Disgubkomimfo tanggal 19/10/16, 551.2/5526/02/Dishubkomimfo tanggal /02/10/Surat Dishub lahat tanggal 26April 2017. 

“Ini yang menjadi acuan kami”, tegasnya.

Selain itu, Anton, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus Ketua Rukun Tetangga (RT) 02, Kelurahan Lebuay Bandung juga berharap, agar kondisi lalulintas di ruas jalinsum di Kelurahan Lebuay Bandung ini aman, nyaman dan kondusif juga lancar. 

“Dengan aksi inilah, kami hanya bisa membantu Pemerintah Kabupaten Lahat”, tegasnya

Terpisah, Lurah Lebuay Bandung, Rawi Ramli yang ditemui di ruang kerjanya hari ini tak menampik, jika selama ini kemacetan acapkali terjadi di Kelurahan Lebuay Bandung ini. Malah ia mengakui, jika fenomena kemacetan ini sudah menjadi viral di dunia maya.

“Padahal sudah berulang kali kami ikut menertibkan agar angkutan batubara itu tidak parkir di bahu jalan raya, namun masih saja tidak bisa teratasi oleh kami. Sehingga emosi warga Kelurahan Lebuay Bandung sudah tidak bisa ditahan lagi, lalu mereka beramai ramai melaksanakan isi surat Dishub Lahat”, beber Rawi.

Rawi memastikan, bahwa warganya tersebut hanya melarang angkutan batu bara yang melintasi jalan di Kelurahan Lebuay Bandung dari pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 wib sore. 

“Lewat pukul 18:00, silahkan melintasi di daerah kami ini”, terangnya. 

Naskah : Ujang SP

Editor : J. Silitonga

 

Share :

Baca Juga

Palembang

Gelar UKW sebagai Proses Tahapan Menuju Kompetensi Wartawan Profesional dan Beretika

Musi Rawas

Bupati Musi Rawas Launching Program BIAN di Tiga Kecamatan

Nusantara

SKK Migas dan ExxonMobil Indonesia Kerjasama Eksplorasi di Area Terbuka Indonesia

Muratara

Konsisten Berikan Perlindungan untuk Masyarakat Muratara

Advertorial

40 Anggota DPRD Lahat Resmi Dilantik

Ekonomi

Dorong Realisasi Pengeboran, SKK Migas – KKKS Sumbagsel Monitoring Kesiapan Tajak Sumur

Muratara

Syarif Hidayat : Tingkatkan Disiplin Kerja Dalam Membangun Daerah

Lubuklinggau

Wako Lubuklinggau Hadiri Launching Program Double Degree