Home / Hukum / Musi Rawas / Sumsel

Jumat, 21 Februari 2025 - 15:22 WIB

Tim Penyidik Kejari Musi Rawas Lakukan Penggeledahan dan Penyitaan di Kantor Diknas dan BPKAD Musi Rawas

Kasih Intel dan Kasi Pidsus Kejari Musi Rawas

Kasih Intel dan Kasi Pidsus Kejari Musi Rawas

MUSI RAWAS – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Rawas lakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen di kantor Dinas Pendidikan (Diknas) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Jumat (21/2/2025).

Penggeledahan dan penyitaan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas Nomor : PRINT-294/L.6.25/Fd.2/2025 Tanggal 05 Februari 2025, dilakukan untuk melengkapi alat bukti maupun barang bukti berkaitan dengan perkara aquo kegiatan pengadaan perlengkapan seragam siswa siswi tahun anggaran 2023 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas.

“Dokumen yang telah didapat tim penyidik berupa dokumen perencanaan, pelaksanaan, pencairan dan pemanfaatan kegiatan pengadaan perlengkapan siswa/siswi Tahun Anggaran 2023,” jelas Plt Kajari Musi Rawas Abu Nawas melalui Kasi Intel Kejari Musi Rawas Gustian Winanda.

Dijelaskan Gustian, setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan pendalaman, Tim Penyidik Kejari Musi Rawas menemukan beberapa dugaan perbuatan melawan hukum berkaitan dengan spesifikasi dan kelebihan pembayaran pada kegiatan pengadaan perlengkapan seragam siswa siswi tahun anggaran 2023 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas.

Baca Juga :  48 Wartawan Ikuti UKW di Lubuklinggau, Walikota Ajak Insan Media Promosikan Program 'Ayo Ngelong'

Dari serangkaian penyidikan yang dilakukan tim kejaksaan, Gustian mengatakan, hasil laboratorium dari sampel perlengkapan pengadaan, tim penyidik telah melakukan penghitungan adanya kerugian, namun untuk perhitungan kerugian keuangan negara, pihaknya masih menunggu hasil dari auditor.

“Terkait pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban, tim penyidik telah mengantongi beberapa nama, namun sementara ini belum dapat kami sampaikan oleh karena tim penyidik masih harus ekspose gelar perkara dan pendalaman perkembangan penyidikan,” kata Gustian.

Untuk total nilai anggaran kegiatan pengadaan perlengkapan seragam siswa siswi tahun anggaran 2023 ini jelas Kasi Intel menambahkan, sebesar Rp.11.607.000.000. Dimana, sesuai DPA/RKA dibagi menjadi empat pengadaan, yaitu, Seragam SD berjumlah 12.906 pcs sebesar Rp.3.871.800.000,- bersumber dari APBD dan Seragam SMP berjumlah 9.118 pcs sebesar Rp. 2.735.400.000,- bersumber dari APBD.

Kemudian, Seragam SD berjumlah 6.666 pcs sebesar Rp.1.999.800.000,- (DAU APBN) dan Seragam SMP berjumlah 10.000 pcs sebesar Rp.3.000.000.000,- (DAU APBN).

Baca Juga :  Wagub Sumsel Hadiri Yasinan 40 Hari Wafatnya Alex Noerdin

Perkara dugaan tindak pidana korupsi ini berkembang setelah Kejari Musi Rawas menerima laporan pengaduan dari masyarakat. Untuk perkara Tipikor ini, kata Kasi Intel, pasal yang akan diterapkan yaitu Primair 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP; Subsider Pasal 3 Jo.

Kemudian, Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. *

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

119 Rumah Warga di Muara Megang Kebanjiran

Musi Rawas

Sinergi Tangani Karhutla, BPBD Mura Hadiri Rakor di Palembang

Palembang

Gubernur Sumsel Hadiri Dialog Publik Bertajuk ‘War on Drugs’

Lubuklinggau

Polres Lubuk Linggau Raih Penghargaan Pelayanan Prima

Kriminal

Tak Dipenuhi Permintaannya, Pemuda ini Tega Pukul Ibu Kandung

Banyuasin

Banyuasin Siap Tuan Rumah Harganas ke-XXX Tahun 2023

Musi Rawas

Secara Virtual, Bupati Musi Rawas Saksikan Penyerahan Sertifikat Tanah Desa Kebur

Palembang

Diduga Langgar Aturan, KAPL Segel Kantor dan Gudang PT Sariguna Prima Tirta