Home / Nusantara

Rabu, 3 April 2019 - 09:23 WIB

ASN Harus Mundur atau Diberhentikan Bila Menjadi Caleg

JAKARTA, SH – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin juga memberikan penegasan mengenai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) maupun Pengurus dan Anggota Partai Politik (Parpol).

Melalui Surat Edaran Nomor: B/94/M.SM.00.00/2019 tentang Pelaksanaan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Legislatif Tahun 2019, tertanggal 26 Maret 2019, Menteri PANRB menegaskan, bagi ASN yang menjadi bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota wajib melengkapi surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali.

“Keputusan pemberhentian sebagaimana dimaksud ditetapkan paling lama 14 (empat belas) hari kerja setelah usul pemberhentian diterima,” tegas Menteri PANRB.

Adapun terhadap ASN yang menjadi calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, menurut Surat Edaran Menteri PANRB ini, pemberhentiannya bukan mengacu pada surat pengunduran diri setelah ditetapkan sebagai calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), melainkan pemberhentiannya mengacu pada larangan ASN menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

Baca Juga :  Menteri PAN RB: ASN Wajib Netral Pada Pileg dan Pilpres 2019

Oleh karena ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik, menurut Surat Edaran ini, maka ASN yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik wajib mengundurkan diri secara tertulis.

“ASN yang mengundurkan diri diberhentikan dengan hormat sebagai ASN terhitung mulai akhir bulan pengunduran diri ASN yang bersangkutan,” bunyi Surat Edaran ini.

Keputusan pemberhentian, menurut Surat Edaran ini, ditetapkan paling lama 14 (empat belas) hari kerja setelah usul pemberhentian diterima.

Baca Juga :  57 ASN Pemkab Musi Rawas Purna Tugas, Bupati Serahkan Piagam Penghargaan

“Terhadap ASN yang tidak mengundurkan diri sebagaimana dimaksud, diberhentikan tidak dengan hormat sebagai ASN terhitung mulai akhir bulan ASN yang bersangkutan menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik,” tegas Menteri PANRB.

Keputusan pemberhentian terhadap ASN yang tidak mengundurkan diri itu, menurut Surat Edaran ini, ditetapkan paling lama 21 (dua puluh satu) hari kerja setelah ASN yang bersangkutan terbukti menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

Mengenai calon anggota DPR, DPD, dan DPRD yang dinyatakan lolos seleksi sebagai calon pegawai ASN, menurut Menteri PANRB melalui Surat Edaran ini, telah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga kelulusannya sebagai calon pegawai ASN harus dibatalkan oleh Panitia Seleksi.

Editor : J. Silitonga

Sumber : KemenPAN RB

Share :

Baca Juga

Nusantara

Ketua MPR RI dan Menteri Koperasi UKM Dukung Pelaksanaan HPN 2021

Nusantara

Surat Edaran KPK, ASN Dilarang Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran

Nusantara

Presiden Jokowi Kunjungi Pabrik Rambut dan Bulu Mata Palsu

Ekonomi

Lembaga Keuangan Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2023 Cukup Baik

Nusantara

Perhelatan Asian Games 2018 Bisa Mendorong Potensi Ekonomi Domestik

Nusantara

PWI Ingatkan Revisi UU Terorisme Tetap dalam Koridor Demokrasi dan Menjaga Kemerdekaan Pers

Nusantara

Dukung Produk Dalam Negeri, 1200 Metriks Ton Pipa di Ekspor ke Uganda dan Kuwait

Nusantara

Ini Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya