Home / Musi Rawas

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:29 WIB

Ketua DPRD Musi Rawas Kritik Musrenbang, Singgung “Teori Kegilaan” Einstein

Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Ola melakukan penandatanganan Musrenbang

Ketua DPRD Musi Rawas Firdaus Cik Ola melakukan penandatanganan Musrenbang

MUSI RAWAS – Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cik Olah, mengkritik pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dinilai berjalan stagnan tanpa terobosan baru. Kritik tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Musrenbang Kabupaten Musi Rawas 2026 di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Selasa (31/3/2026).

Dalam sambutannya, Firdaus mengutip ungkapan Albert Einstein yang menyebut melakukan hal yang sama secara berulang-ulang namun mengharapkan hasil berbeda sebagai bentuk “kegilaan”. Ia menilai pola perencanaan pembangunan yang dilakukan setiap tahun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) cenderung berulang tanpa inovasi, sehingga hasilnya belum maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Setiap tahun Musrenbang dilaksanakan, tetapi perencanaannya itu-itu saja tanpa perubahan signifikan. Hasilnya pun belum maksimal untuk masyarakat,” ujar Firdaus.

Ia mendorong jajaran eksekutif, khususnya Bappeda, untuk mengubah paradigma dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar lebih berdampak nyata bagi kemajuan daerah.

Baca Juga :  Resmikan Infrastruktur, Gubernur: Walikota Lubuklinggau Layak Diberi Reward

Firdaus juga menyoroti adanya “anomali” di Musi Rawas, di mana angka pengangguran tergolong rendah, namun tidak sejalan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah dan angka kemiskinan yang relatif tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk masih adanya kebiasaan negatif di masyarakat seperti pesta malam, penyalahgunaan narkoba, dan praktik judi online.

“Ini yang harus kita pahami bersama dan dipangkas,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai potensi sumber daya alam di Musi Rawas belum dikelola secara optimal. Salah satunya adalah keberadaan Sungai Musi dan anak-anak sungainya yang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi masyarakat jika dikelola dan dilestarikan dengan baik.

“Kenapa kita tidak memanfaatkan anugerah alam ini menjadi sumber pendapatan masyarakat,” katanya.

Firdaus juga menyinggung kondisi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai namun belum merasakan manfaat ekonomi dari sumber daya tersebut. Ia mengibaratkan kondisi itu sebagai ironi yang harus segera dibenahi.

Baca Juga :  KPU Musi Rawas Bahas Isu Strategis Penyiapan Rumusan Kebijakan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024

Lebih lanjut, ia mengingatkan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada pemangkasan anggaran daerah hingga mencapai sekitar Rp400 miliar pada 2026, dan berpotensi berlanjut pada 2027.

“Jika tidak disikapi dengan menggali potensi sumber pendapatan yang ada, maka pembangunan akan terhambat dan tidak ada perubahan,” ujarnya.

Sementara itu, Musrenbang Kabupaten Musi Rawas 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Musi Rawas, H. Supriyatno. Kegiatan tersebut dihadiri unsur organisasi perangkat daerah (OPD), camat, perwakilan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMN, serta organisasi terkait lainnya.

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

Capaian Vaksinasi Meningkat, Polres Musi Rawas Raih Piagam Penghargaan

Musi Rawas

Sarkoni Simpan Sabu dan Extasy di Dapur

Musi Rawas

Wabup Mura : Kerukunan di Desa Taruna Patut Dicontoh

Musi Rawas

Runner Up Group H, Persimura Lolos Tiket 16 Besar

Kesehatan

Sambut HUT Bhayangkara ke 76, Polres Musi Rawas Laksanakan Donor Darah

Musi Rawas

Bongkar Jendela Gedung MTA, Curi Motor dan HP, Pria di Musi Rawas Kini Mendekam di Penjara

Kriminal

Curi 10 Kubik Kayu Racuk Suwono Ditangkap Polisi

Musi Rawas

Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Karet di Musi Rawas, Bupati Mencanangkan Gardal JAP