Home / Opini

Senin, 8 April 2024 - 10:59 WIB

Bangun Sinergitas, Lapas Kelas IIA Lubuklinggau Apel Siaga 3+1 Bersama Aparat Penegak Hukum

Oleh: Christian Paruli Silitonga (Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan)

Lembaga Pemasyarakatan merupakan salah satu komponen dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia yang bertugas melaksanakan pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) menempati posisi yang sangat penting dalam ekosistem peradilan pidana, menjadi pondasi yang mengukuhkan keberhasilan penegakan hukum dalam masyarakat. Pentingnya pengamanan yang kuat di dalamnya tidak bisa dipandang sebelah mata, karena LAPAS tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menjalani hukuman, tetapi juga sebagai lembaga pembinaan dan rehabilitasi bagi narapidana.

Pengamanan yang kokoh di dalam LAPAS menjadi prasyarat utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalamnya serta mencegah terjadinya insiden kejahatan, mulai dari perencanaan tindakan kriminal hingga pelanggaran di dalam LAPAS. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengamanan yang terencana dan efektif, termasuk penggunaan teknologi modern, pengawasan yang ketat, serta pelatihan yang terus-menerus bagi petugas LAPAS.

Berkaitan dengan hal tersebut, Lapas Kelas IIA Lubuklinggau menjalin kerja sama dan membangun sinergitas dengan aparat penegak hukum yang ada di Kota Lubuklinggau, yaitu Polres Kota Lubuklinggau, Kodim 0406 MLM Kota Lubuklinggau, dan BNN Kota Lubuklinggau dalam kegiatan apel siaga “3+1”.

Istilah “3+1” merupakan strategi yang telah dicanangkan oleh Mantan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga yaitu 3 Kunci Pemasyarakatan Maju + Back to Basics.

Baca Juga :  SKK Migas, Medco E&P dan PWI Musi Rawas Berbagi Berkah

Aspek 3 kunci pemasyarakatan maju antara lain, melakukan deteksi dini, berperan aktif dalam pemberantasan peredaran narkoba, serta senantiasa membangun sinergi dengan aparat penegak hukum lain.

Dalam konteks ini, Polres Lubuklinggau, Kodim 0406 MLM, dan BNN Kota Lubuklinggau memegang peran kunci sebagai stakeholder yang bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lubuklinggau. Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan mengulas peran masing-masing stakeholder dalam konteks keamanan dan ketertiban di dalam LAPAS, menyoroti tantangan yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan sistem secara keseluruhan.

Peran Masing-Masing Stakeholder :

Peran Polres Kota Lubuklinggau

Sebagai institusi penegak hukum, Polri memiliki peran sentral dalam menjaga keamanan di dalam LAPAS. Mereka bertanggung jawab atas penegakan hukum, pencegahan kejahatan, dan penanganan insiden di dalam LAPAS. Polri juga terlibat dalam penyidikan kasus-kasus kriminal di dalam LAPAS, seperti peredaran narkoba dan kekerasan antar-narapidana.

Peran Kodim 0406 MLM Kota Lubuklinggau

Meskipun fokus utama TNI adalah pertahanan negara, TNI juga memiliki peran penting dalam pengamanan LAPAS. Mereka dapat memberikan bantuan dalam situasi-situasi darurat, serta terlibat dalam pelatihan dan program rehabilitasi bagi narapidana. Keberadaan TNI memberikan tambahan kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam LAPAS, terutama dalam situasi yang memerlukan tanggapan cepat dan tegas.

Baca Juga :  ST-24 Mendapat Rekom dari Partai PAN untuk Maju di Pilkada Musi Rawas

Peran BNN Kota Lubuklinggau

BNN memiliki peran khusus dalam pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba di dalam LAPAS. Mereka melakukan razia, penyuluhan, dan rehabilitasi untuk mengurangi penggunaan narkoba di kalangan narapidana. Dengan demikian, BNN berkontribusi secara signifikan dalam menjaga keamanan dan memfasilitasi rehabilitasi di dalam LAPAS.

Tantangan Yang di Hadapi 

Realitanya di lapangan masih terdapat tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam LAPAS. Beberapa di antaranya termasuk overkapasitas, kurangnya sumber daya, dan koordinasi yang kurang efektif antara stakeholder. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan peningkatan dalam sinergitas antara Polri, TNI, dan BNN, peningkatan sumber daya manusia dan sarana prasarana, serta penguatan regulasi terkait.

Kesimpulan

Polri, TNI, dan BNN memegang peran penting dalam keamanan dan ketertiban di dalam LAPAS. Dengan terjalinnya sinergitas dan kerja sama yang erat antara ketiga stakeholder ini, diharapkan terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif di dalam LAPAS. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan sinergitas dan kerja sama antara Polri, TNI, BNN, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam LAPAS.

Share :

Baca Juga

Opini

Daya Tahan Media di Tengah Pandemi Corona

Bengkulu

Piala Dunia Qatar 2022 dan Timnas Maroko Berhasil Menjadi Wajah Islam di Mata Dunia

Opini

Cara Taiwan Menghadapi Wabah Corona

Nusantara

Diminta Menata Direktorat LUKW PWI Pusat, Firko: Ruang Baru Pengabdian di Organisasi
Shieu Fuh-sheng, Menteri Lingkungan Hidup Republik of China (Taiwan).

Opini

Taiwan, Mitra Terpercaya Menuju Masa Depan Emisi Nol Bersih

Kesehatan

Tips Cara Menghadapi teman Yang Toxic di Dalam Kehidupan Kita

Nusantara

Catatan Akhir Tahun 2022 PWI Pusat
Cahyonoadi Raharyo Sukoco, Wakil Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat

Opini

Catatan SMSI Jelang 2024: Soal Media, Jokowi Masih Adil